2 Juni 2013

Dua dan Berdua

Rapat hari ini ditunda. Cukup sedih rasanya, mengingat sudah sebulan lebih saya tidak pernah berjumpa lagi dengan teman-teman FLP. Saya dan Ainun pun bingung harus ke mana dan melakukan aktivitas apa. Terkurung terik matahari, akhirnya kami berdua memutuskan untuk duduk sejenak di teras depan Gedung Pusat Kebudayaan UNHAS (Sekretariat FLP).

Dimulai dari beberapa pertanyaan saya yang ingin mengetahui bagaimana kondisi terbaru dari permasalahan yang baru-baru ini menimpanya, rupanya Ainun merespon dengan sangat bersemangat. Ainun mulai menjawab pertanyaan saya, dan saya kembali melontarkan pertanyaan lainnya. Begitulah seterusnya hingga si Batara muncul dengan setelan topi dan rompi yang agak aneh *ups. Kemudian Batara dan Ainun memanfaatkan waktu dengan membahas LPJ Pekan Literasi yang masih belum rampung. Sedangkan saya, huahahahaha, saya menemukan beberapa rekaman lagu hasil ciptaan Batara sendiri pada ponselnya, dan itu membuat saya semakin yakin akan keunikan makhluk satu ini. Heyy Batara, lagumu yang berjudul "You look the moon" benar-benar catchy :3

Setelah berpisah dengan Batara di tikungan jalan, saya dan Ainun melanjutkan perjalanan ke salah satu Mall terpadat di Makassar. Rencananya sih hanya ingin melihat-lihat lalu membeli buku. Namun, perut yang keroncongan memaksa kami untuk segera memesan makanan semurah dan sebanyak mungkin #MentalMahasiswa. Saat mengambil nomor pesanan, secara kebetulan kami memperoleh nomor yang sama, nomor 02.

Terlepas dari semua itu, di sela-sela kami mencicipi makanan penutup (cieilah), Ainun melanjutkan pembahasan yang tadinya sempat terputus karena kehadiran Batara di sekret. Kali ini dia lebih serius dan terlihat sedih. Sambil mengunyah pempek, saya mulai mengerti dengan permasalahan Ainun yang dulunya saya tanggapi dengan begitu santai. Makanan habis dan Ainun masih bercerita dengan lantangnya. Sempat butiran-butiran kecil menggelayut di pipi kami berdua. Itu wajar baginya. Tapi tidak, untuk saya ._. Tanggapan serta solusi sesat mulai saya timpalkan. Ainun menyimaknya dengan saksama. Oh, ketahuilah kawan, kamu sedang meminta pendapat dari orang yang sangat tidak berpengalaman :))

Di akhir pembahasan, Ainun balik mengemukakan pendapat mengenai saya. Saya cukup dibuat tersanjung awalnya, namun setelah itu, ihik, mungkin ada baiknya juga jika saya mengurangi ke-ceplas-ceplos-an saya. Biar saya dapat jodoh, katanya -_- Dua jam berlalu dan kembali ke tujuan awal kami, yaitu melihat-lihat buku. Yap, sekedar melihat-lihat :') *cium dompet*. Rencana tinggallah rencana. Sebuah buku yang tampaknya mampu menjadi solusi dari kegundahan Ainun beberapa hari terakhir ini, kini telah berada di genggamannya. Ainun mantap untuk membelinya, dan saya mantap untuk meminjamnya *eh. Ah, ya, dan saat kami menyimpan tas di tempat penitipan barang, lagi-lagi kami memperoleh nomor 02. "Ada apa dengan angka dua ya, Nuu?", tanya Ainun.

Hari semakin gelap, saatnya untuk pulang. Eh, rupanya ada pameran Pakaian & Aksesoris di lantai dasar. "ayok liat-liat di dalam," ajak Ainun. Selang beberapa menit kemudian, kami sudah menenteng kantongan yang berisi masing-masing dua potong pakaian. Hati senang, uang saku melayang ~

Ainun - Nunuu

2 komentar:

cliffnun mengatakan... Balas

mau ko pade pinjam buku ku nunu.. nda mu bilang kemarin :p hahhaaaa

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

kalau tidak sempatma' beli ki, terpaksa mami ces kupinjam bukumu :p