16 Agustus 2013

Anti Durian

Memang benar jika ada yang mengatakan bahwa durian adalah buah yang kontroversial. Dari sekian banyak orang yang menyukainya, banyak juga yang muak akan aromanya yang begitu menyengat. Saya termasuk golongan orang-orang yang sangat tidak menyukai durian.

Ketika saya masih balita, saya menaiki bus di mana salah seorang penumpangnya membawa durian yang begitu banyak. Bayangkan saja bagaimana tersiksanya kami sebagai penumpang karena tak kuat menahan aroma durian yang sudah menguar ke seluruh penjuru bus. Ditambah lagi udara yang begitu panas dan pengap, suasana pun semakin riuh akibat keluhan dari setiap penumpang. Alhasil, sepanjang perjalanan saya mabuk berat. 

Semenjak kejadian tersebut, saya sangat anti dengan bau durian. Menghirup aromanya sedikit saja membuat kepala saya pening bahkan ingin muntah. Ya, sama halnya ketika mencium bau mobil angkutan antar daerah. Terkadang, jika ada orang yang menyebut kata "panther" saja, perasaan saya menjadi tidak enak. Duh, malah bahas panther ._. *kemudian muntah*

yags -.-

Saya pernah mencicipi durian itu pun setelah dipaksa-paksa oleh sahabat saya, Ainun dan Anti. Waktu itu kami hanya bertiga di rumahnya Anti, sedang melepas rindu setelah satu semester tidak bertemu dengannya. Karena banyak durian dan mereka berdua doyan durian, ya sudahlah saya mendekat saja menyaksikan mereka menikmati buah itu. Dan karena mereka usil, mereka meletakkan seonggok-benda-lembek tersebut di telapak tangan saya. Saya mencoba mencicipinya (tentunya sambil menutup hidung), mengemutnya perlahan, kemudian menjadi bingung dengan rasanya. Entahlah, rasanya aneh tak terhingga dan tak terdefinisi, halah.

Terkadang saya juga menjadi korban keusilan Auliah, sahabat saya di kampus. Jika musim durian telah tiba, dia tiba-tiba memberikan saya tumpangan di motornya dan setelah itu sengaja melewati kios-kios pedagang durian sambil memperlambat kecepatan agar saya bisa berpapasan dengan buah-buah tersebut. Huh. 

Beberapa minggu yang lalu, bersama teman-teman genk (Lhya, Afifah, Kak Iyda, Cupsky, Wantos), kami bermaksud ingin menonton film "The Conjuring" setelah sebelumnya menghadiri acara buka puasa bersama. Karena kehabisan tiket dan kelaparan, akhirnya kami memutuskan untuk makan lagi di salah satu rumah makan sekitaran pantai. Berkumpul dengan mereka yang notabene adalah makhluk-makhluk yang tidak bisa diam, untuk memesan makan dan minum saja butuh waktu yang sangat lama karena kebanyakan komentar. Tak lama, menu makanan yang kami pesan akhirnya satu persatu berdatangan. Komentar juga mulai berdatangan. "Eh, kenapa begini bentuknya bakso ikan?" "Astaga, belumpa' makan sakitmi sariawanku" "Bisaja' habisi ini kah?" zzzz -_____-

Beberapa menit setelahnya, kami pun disuguhi minuman yang telah kami pesan sebelumnya. Cupsky memesan jus terong belanda yang sangat tidak mainstream, dan kami semua bergiliran mencobanya. Sedangkan Afifah memesan jus tomat yang terlihat pucat dari luar, lalu kami pun secara bergiliran mengendusnya. Oh ya, masih saja meja kami dipenuhi dengan komentar. Tak lama setelah itu, jus sirsak saya datang. Saya gembira menyambutnya. Mengambil ancang-ancang untuk meminumnya, tetapi ada aroma aneh yang membatalkan niat saya. "Cup, jus terongmu bau durian ya?," sambil mengambil tisu untuk menutup hidung. "Dari gelasmu kayaknya, Nuu," ucap Wantos sok tahu. Lalu saya mendekatkan gelas jus sirsak tadi ke hidung saya, dan...... "JUS DURIAAAAN, HUAAAAAH."

*nemu dari google*

Postingan ini diketik sembari merindukan Lhya, Afifah, Kak Iyda, Cupsky, dan Wantos. Tapi tidak sedang rindu dengan durian.

Makassar, 16 Agustus 2013

8 komentar:

Alvidha Septianingrum mengatakan... Balas

hahaha.. sama ki pale nunu, saya jg nda suka durian. pernah saya naiki mobil antar kabupaten mau balik KKN dan orgnya bawa duren, terpaksa sy cari mobil yg lain -_-

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

@Alvidha Septianingrum: Betul, kak. Durian + panther memang duet maut yang mengerikan :|

lovatoxa mengatakan... Balas

saya pernah dikatai maghfir hidupku kasihan dan menyedihkan soalnya nggak suka keju. but yeah, kalian berdua juga kasihan soalnya nggak suka durian! hihihi *kemudian disuapin kulit duren*
enak banget aaaaah apalagi sama es campur :9

Angga Zulika Ramadhani mengatakan... Balas

durian emang buah kontroversial :D

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

@lovatoxa: iya sih ox, kamu kasihan karena gak suka keju hakhak.. tapi ciyuuus, durian gak ada enak-enaknya sama sekaliii hiiii

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

@Angga Zulika Ramadhani: yeah \m/

Laorensia Oktavia Rajuni mengatakan... Balas

waktu kecil pernah ka sakit gara gara terlalu banyak makan durian, sejak itu nda makan ma' durian haha -_-

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

@Laorensia Oktavia Rajuni: *toss memang sebaiknya gitu, tha. menjauhlah dari durian ;) *emot devil*