7 September 2012

Kamu dan Matematika



hari pertama aku bertemu Matematika
ada kesenangan dan kebahagiaan
namun, setelah aku bertemu denganmu
ada harapan dan masa depan

mengerjakan soal-soal Matematika membuatku deg-degan
takut jika nantinya akan salah
bertemu denganmu lebih membuatku deg-degan
takut jika nantinya kamu curiga

seringkali aku menemukan cara untuk mengoperasikan soal dengan cepat
namun selalu kututupi karena aku tak mempunyai landasan akan itu
ketika kamu menyapaku, ada ekspresi kebahagiaan yang ingin mencuat
namun selalu kututupi agar hubungan kita masih menyatu

terkadang aku benci ketika bertemu persamaan kuadrat
ia selalu meminta jawaban atas pertanyaan yang sulit
dan aku sadar, masih ada yang lebih sulit
ketika bertemu denganmu

tahukah kamu barisan konvergen ?
yakni barisan yang mempunyai limit tunggal
sama halnya perasaan ini
tunggal hanya untukmu seorang

tahukah kamu relasi pada himpunan ?
yakni suatu hubungan antara dua anggota tanpa aturan memasangkan
sama halnya dengan harapanku
kita terhubung tanpa adanya status sosial yang akan memperkeruh

Matematika bukan berbicara jawaban, namun tentang proses
proses ketika aku berusaha memperolehnya
proses ketika aku sabar menemukannya
proses ketika aku bangkit jika gagal mendapatkannya

jangan tanyakan aku seberapa besar rasa ini
jangan paksa aku untuk menghitung kesetiaan ini
kamu berbeda dengan Matematika
karena kamu masih lebih rumit darinya ...

6 komentar:

Adityar mengatakan... Balas

Baru baca paragraf pertama langsung bilang, "Keren". Yang paling bagus ini:
"kamu berbeda dengan Matematika
karena kamu masih lebih rumit darinya"

Hehe.
Saran: Perhatikan penggunaan kata depan dan imbuhan "di".
Kata "dimana" harusnya kan jadi "di mana".
Tapi saya jarang pakai kata "di mana", karena ini seharusnya untuk kata tanya.

"proses dimana aku berusaha memperolehnya
proses dimana aku sabar menemukannya
proses dimana aku bangkit jika gagal mendapatkannya"
Kalau saya tidak salah, penggunaan kata "di mana" untuk menggambarkan tempat, waktu dan suasanya itu tidak tepat. Kesalahan ini dimulai kalau tidak salah karena penerjemahan bahasa Inggris yang tidak tepat, contoh:
"To a place where we lived our dream", yang diterjemahkan jadi "Tempat di mana kita menghidupi mimpi", seharusnya jadi "Tempat kita menghidupi mimpi"

Kiss Me If I'm Wrong :peace

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

Wow. makasih kak :')

setelah saya googling tentang preposisi, kakak ternyata benar. berhubung jika akan dirubah semuanya bakal jadi kacau, jadi saya ganti saja menjadi kata "ketika" hehe. terima kasih kak ty :')

Adityar mengatakan... Balas

Much better now :)

Rahma Nasir mengatakan... Balas

wow cumsky..wow!! :')

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

hey ams..hey!! :')

Nima Hyandsome mengatakan... Balas

hyaa....saya mengibarkan bendera putih untuk pelajaran ini