17 September 2012

Kalkulus di Siang Hari


seperti biasa, senin siang adalah jadwal pertemuan saya dengan kalkulus. duduk di kursi depan, tepat di hadapan sang dosen muda yang sudah siap dengan file pdf "Calculus 5th Edition" karangan James Stewartnya. gerak-gerik saya dapat terekam jelas di matanya. saya tidak bisa berbuat apa-apa selain duduk tenang dan memperhatikannya menjelaskan rumus demi rumus. kepala saya gatal meskipun sudah digaruk berulang kali. mata saya semakin berat. sekali menguap, dua kali, bahkan tiga kali. peniti yang mengaitkan jilbab saya sampai ikut terbuka akibat pergerakan rahang ketika menguap. setelah itu keluarlah beberapa tetes air mata sebagai bukti bahwa rasa kantuk ini sudah di tahap maksimal. 

saatnya latihan soal. soal-soal yang kata pak dosen sangat gampang dan bisa diselesaikan di luar kepala. "iya, di luar kepala. karena materinya tidak masuk di kepala", timpal teman saya.

masih di senin siang yang suasananya sangat mendukung untuk tidur siang. semuanya masih berkutat dengan alat tulis dan kertas untuk mencari jawaban. saya mencoba melakukan hal yang sama. namun semesta tidak berpihak kepada saya untuk menemukan solusinya. saya hanya bisa menguap dan menguap. dan peniti cadangan pun dikeluarkan.

satu jam berlalu. rumus semakin banyak. bentuk-bentuk soal beraneka ragam. sang dosen masih semangat membahas limit konvergen dan divergen. penghuni kelas mulai menguap secara bergantian. beberapa diantaranya bahkan sudah berada di alam mimpi. sungguh pemandangan unik di senin siang.

sepuluh menit terakhir. disebutlah sepuluh nomor tugas yang wajib dikumpulkan di senin siang mendatang. tidak hanya itu, kami juga sepakat akan melaksanakan kuis di hari yang sama. dan lihatlah catatan saya. hanya berisikan sejumlah kalimat mengenai pertemuan hari ini. sungguh sebuah persiapan yang baik sebelum menghadapi senin siang berikutnya -......-

catatan kalkulus siang tadi

sebelum diedit

ilustrasi: sebelum kuliah

ilustrasi: usai kuliah

If people don't believe that mathematics is simple, it is only because they don't realize how complicated life is - John Louis von Neumann

5 komentar:

Mutiara Zela mengatakan... Balas

Kaaak, ajar ka tentang kalkulus-__-
ahaha.

cliffnun mengatakan... Balas

kata-kata mutiaranya mana nuu ?? yg kau tulis di belakang binder mu itu looh hahaha :D

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

zela : belajar meko? selamat nah :))

nunung : nung, yang itu bukan untuk konsumsi publik -____-

Putra Harda Pratama mengatakan... Balas

HIDUP MAHASISWA !!!! :D haha

Mutiara Zela mengatakan... Balas

hu'um kak belajar ma_-_ hehe