12 Januari 2013

Bermimpi Lagi


Di kala gulita menyambut datangnya malam, seorang perempuan mulai memejamkan mata. Dia siap untuk bermimpi. Memimpikan sesosok pria yang selalu saja menghiasi ruang pikirnya belakangan ini. Hari itu adalah hari Jumat, tepatnya tanggal 1 Februari. Pria itu mengirimkannya sebuah pesan. Pesan yang berisikan sebuah alamat website. Sepasang mata tersebut seakan tak ingin berkedip tatkala dirinya membaca alamat website itu.

"Ah, nama ini !"

Dengan segenap hati dia segera membuka alamat itu. Dia menemukan tiga buah tulisan di dalamnya, dua diantaranya adalah puisi yang benar-benar membuat hatinya terenyuh. Kata demi kata dipenggal dengan saksama. Tiba-tiba, dia merasakan tubuhnya telah hanyut di sebuah sungai. Terbawa oleh arus yang sangat lembut, terhempas jauh ke bawah jurang yang begitu empuk. Ini pasti mimpi, gumamnya. Tidak, ini nyata. Tulisan ini nyata. Dia menyimpan perasaan juga terhadapku, pikirnya. Akhirnya, si perempuan membalas pesan pria itu.

"Aku sudah membacanya, terima kasih"
"Terima kasih untuk apa?"
"Untuk semuanya, terutama untuk tulisanmu"
"Jadi, apakah menurutmu tanggal 1 Februari ini spesial?"
"Tentu saja. Tak akan pernah kulupa"

Sambil menggenggam erat ponsel miliknya, perempuan itu melangkahkan kaki-kaki kecilnya menapaki jalan yang sepi, yang sunyi. Embun tertawa, matahari menggoda, dia tersipu malu. 
"memang benar, semua berawal dari mimpi"

Pukul dua belas malam. Perempuan itu menguap dan melihat keadaan sekitar. Dia mengambil ponselnya dan berniat kembali membaca tulisan pada website tersebut. Alamat tak ditemukan. Kemana perginya tulisanmu? Perempuan itu lalu membuka kotak pesannya. Tak ada pesan masuk dari sang pria pujaan. Rupanya, ini masih Januari.
"malam bukan hanya malam ini, aku masih bisa bermimpi lagi", ucapnya sambil tersenyum.

Beberapa jam berlalu, kantuk belum juga menyambut. Perempuan itu tak sengaja membuka jejaring sosial. Menemukan segala bentuk informasi. Namun, seperti ada segerombol awan hitam yang muncul pada layar ponselnya. Letak dari sekumpulan huruf yang dibacanya sudah tidak dapat dirubah lagi. Dapat terlihat jelas sebuah kalimat mesra yang ditulis oleh pria itu, namun bukan untuk dirinya. 
"malam bukan hanya malam ini, aku masih bisa bermimpi lagi. tapi, bukan tentang kamu"

Ada yang hangat pada kelopak matanya. Meninggalkan jejak basah pada layar ponselnya.

3 komentar:

Abdul Maghfir Zakir mengatakan... Balas

apa mitu nu kana anu aceceh

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

entahlah haha -.-

Rahma Nasir mengatakan... Balas

loh? :(