19 Maret 2014

Selamat wisuda, @planetyar !!!

"Guys, kuis Aljabar diundur besok.. karena ada prosesi wisuda," tulis Ainun di grup Line. HURRAAAAAAY!!!

Sembari berleyeh-leyeh dan melanjutkan tontonan drama yang tertunda, saya berencana untuk tidak ke kampus hari ini. Namun, beberapa menit kemudian Lhya mengirimi saya pesan. Pesan yang berisi ajakan untuk menemaninya menemui salah satu senior favorit saya, kak Tyar. Iya, pemilik blog Planet Kertasium itu, loh!

Setibanya saya di halte, sudah ada Lhya yang menunggu sambil membawa buket bunga. Tidak hanya itu, kami juga membawa balon gas berbentuk Ipin dengan penuh percaya diri. Setelah acara wisuda berakhir, kami pun menemui kak Tyar di fakultasnya. Dan alangkah leganya saya ketika melihat letak poni kak Tyar masih dalam keadaan baik-baik saja. Fiuh.

Okesip!

Lhya - kak Tyar - Nunuu


Selamat wisuda, kak Tyar! Selamat memasuki dunia kerja. Doakan tahun depan giliran saya!

26 Februari 2014

Yang Menyibukkan Saya Beberapa Bulan Terakhir Ini

Tampaknya, saat ini saya begitu sibuk. Sibuk dengan urusan kampus. Sibuk dengan segala rutinitas dan pekerjaan. Bahkan seringkali saya tidak punya waktu untuk diri sendiri; istirahat, menenangkan pikiran, dan melupakan deadline. 

Saat semester empat, angkatan saya - Polinom 2011, mengadakan rapat angkatan dan memutuskan siapa saja yang akan menjabat sebagai panitia inti serta koordinator divisi untuk event terbesar kami setiap tahunnya, Mathematics Event. Pada saat itu, saya tidak hadir. Dan alangkah kagetnya saya ketika Kholiq, sang ketua angkatan, mengirimi saya pesan,
"Nuu. Kamu divisi danus ya. Semangat ^^"
lalu saya membalas "oke, Kholiq. Kalo boleh tau koordinatornya siapa?"
"kamu, nuu"

Deg. Saya benar-benar tidak terima dengan keputusan teman-teman. Tanpa mengonfirmasi saya terlebih dahulu, menanyakan pendapat saya apakah bersedia atau sebaliknya, mereka mengambil keputusan tanpa sepengetahuan saya. Bukannya tidak ingin diamanahi tanggung jawab, saya hanya merasa tidak mampu untuk menangani segala urusan yang berhubungan dengan usaha pencarian dana, apalagi untuk kali ini Mathematics Event diadakan dalam skala besar, yaitu se-Indonesia. 

Setelah dibujuk oleh beberapa teman, saya pun mengiyakan permintaan tersebut. Tak apalah, hitung-hitung pengalaman, pikir saya. Dan pada akhirnya, sejak pertengahan semester lima, setiap harinya saya tidak hanya disibukkan dengan tugas dan perkuliahan, tapi juga menjual. Iya, menjual. Menjual apa saja yang kebanyakan mahasiswa butuhkan saat keadaan mendesak. Menjual sarapan (roti bakar, kue jajanan box, dan nasi kuning) di pagi hari, snack dan nugget di siang hari, bubur ketan saat akhir pekan, minuman, berbagai macam aksesoris, pakaian bekas, dan masih banyak lagi. 

Ketika menjual, saya selalu dibantu oleh beberapa teman. Teman-teman dari prodi Statistika apalagi. Kebanyakan dari mereka selalu ada selagi saya kewalahan, memberi tumpangan ketika saya ingin bermalam untuk menjual di akhir pekan, dan menenangkan saya jika dongkol akibat bosan.

Terkadang, saya selalu ingin menuliskan setiap proses yang telah saya alami tentunya dengan segala keluhan, kekesalan, dan tumpahan perasaan yang menumpuk ingin dikeluarkan. Ketika saya dituntut untuk terus-menerus menjajakan usaha dan menghadiri berbagai rapat yang menunjang pelaksanaan kegiatan kami hingga dini hari, ketika saya menyebabkan orang tua saya selalu was-was karena sering pulang larut bahkan tidak pulang berhari-hari, ketika saya membuat beberapa sahabat saya kecewa karena sering menolak ajakan mereka untuk bertemu, dan ketika saya mendapati mereka yang notabene adalah orang-orang terdekat saya, justru tidak mendukung bahkan meringankan beban saya.

Kini, hari yang kami nanti sudah dekat. Pada tanggal 28 besok, Mathematics Event diselenggarakan (setelah mengadakan seleksi regional di beberapa kota). Semoga suksesnya kegiatan ini sebanding dengan segala usaha, waktu, dan tenaga yang telah didedikasikan penuh oleh teman-teman panitia pelaksana. Dan setelah itu, saya akan meluangkan waktu untuk diri saya sendiri, entah itu sejam, sehari, seminggu, bahkan sebulan. Saya akan bergegas pulang ke rumah tatkala perkuliahan usai, akan menemui beberapa sahabat dan menghadirkan obrolan panjang, dan tentunya akan kembali rutin menuliskan beberapa paragraf di tempat ini, blog ini. 

Ah ya. Saya menantikan waktu itu. Secepatnya.

@ Himatika Park

04:00 dini hari
diketik usai Rapat Akbar Teknis ME XIV

3 Januari 2014

One Day One Episode

Obrolan yang berawal dari aplikasi BBM semalam bersama Lhya berujung dengan pertemuan dadakan sore tadi. Kami memutuskan untuk menonton kembali drama Princess Hours yang telah menjadi dalang candu kami akan drama korea. Kami menyebutnya "One Day One Episode".

Berteduh sembari menyeruput kopi tampaknya asyik, pikirku. Akhirnya, kami pun bergegas menuju kedai kopi terdekat bermodalkan payung cantik gratisan.
"Cum, mau ko minum apa?," tanya Lhya setibanya kami di sana.
"Ngng.. Americano ah, biar kayak di drama-drama korea"
"zzzz, pahit sekali do' "
"biarmi deh Lhy, ceritanya kita lagi di Mango Six.." (Mango Six merupakan cafe terkenal dan populer di Korea karena sering menjadi tempat lokasi syuting drama, iklan, MV, dan lain-lain).

menuang empat bungkus gula dan teteup... paiiittt :((
Okesip, saya menyesal sebab tidak mendengar perkataan Lhya yang notabene berpengalaman dengan segala hal yang pahit, termasuk kenangan. Iya deh Lhy, iyaaa.... :|

Usai mendownload beberapa soundtrack drama dan bertukar film, tibalah waktunya untuk gregetan menyaksikan akting Joo Ji Hoon oppa :3. Karena kami menargetkan satu episode dalam sehari, setelahnya kami beralih ke Youtube dan kembali gemas saat menonton behind the scene-nya The Heirs serta beberapa video K-Pop. Dan seperti biasa, Lhya menyebarkan virus-virus SHINee agar saya menjadi seorang Shawol, errr.

Malam semakin larut, dan kopi saya masih utuh.


2 Januari 2014

New Year's Eve

Hampir setiap tahun saya melewatkan pergantian malam tahun baru bersama keluarga. Bahkan ketika saya kembali mengingat-ingat, moment tahun baru yang saya lalui tanpa kedua orang tua hanya dapat dihitung jari. Tiga tahun yang lalu saya menikmati perayaan tahun baru di lapangan Gasis, Kabupaten Soppeng. Berjalan seorang diri, ikut nimbrung menyaksikan kembang api yang bersahut-sahutan, lalu pulang. Dua tahun yang lalu saya bermalam di rumah salah satu teman kampus guna berlatih yel-yel kelompok sebelum mengikuti pengaderan jurusan. Nyaring bunyi terompet serta pendaran kembang api membuat kami, GB Logistik, menghentikan latihan dan bersama-sama menuju balkon. 

Saya termasuk kawanan orang-orang yang memilih untuk melewati malam pergantian tahun dengan biasa-biasa saja. Kumpul bersama keluarga di rumah, menyiapkan beberapa hidangan, dan menyegerakan diri untuk tidur ketika mendengar dentuman-dentuman yang menandakan bahwa satu babak dalam hidup baru saja terlewati. 

Terlepas dari segala kebiasaan saya setiap tahunnya, akhirnya semalam saya dapat berkumpul bersama teman-teman terdekat dan berbaur dengan lautan manusia di pusat perayaan malam pergantian tahun Kota Makassar, Pantai Losari. Whoaaaaaaw, DAEBAK!!!



Nunuu - Khatmi - Nurul - Acik - Lhya - Keong
Khatmi Lhya Keong Nunuu Fifi


Selamat tahun baru! Semoga tahun ini dipenuhi dengan segala hal yang baik dan berkesan. Tak lupa, terima kasih untuk 365 hari yang lampau. Hwaiting!! ^^

16 Desember 2013

beberapa hal yang orang pikir tidak saya lakukan

Sebenarnya, saya agak tidak pede untuk menuliskannya. Sebab tulisan ini terinspirasi dari situs blog seseorang, dan seseorang yang lain juga menuntut saya untuk membuat postingan lagi #hakz #apabanget .

Berikut adalah beberapa hal yang orang pikir tidak saya lakukan, tapi nyatanya saya lakukan:

1. molor di angkot.
saya termasuk golongan orang-orang yang sangat mudah tidur, di mana dan kapan saja. saya dapat tidur—entah dengan posisi berbaring, duduk, pun berdiri. tidur di angkot menjadi salah satu agenda rutin saya setiap harinya. kursi favorit saya adalah kursi yang terletak di belakang supir, tepat di depan pintu angkot. dampak dari kebiasaan buruk saya ini tidak hanya sering melampaui lorong rumah, bahkan saya pernah nimbrung hingga tempat tinggal sang supir ._. *jangan tiru adegan ini*. beberapa teman menjuluki saya si tumor; tukang molor.

2. korban drama korea.
tahun ini adalah tahun di mana saya diperkenalkan dengan segala macam tontonan yang berbau korea. berawal dari ketidaksengajaan saya mengambil drama korea teman yang begitu populer pada tahun 2004. tidak cukup tiga hari saya menyelesaikannya, dan saya menjadi kepikiran bahkan kecanduan untuk menonton serial lainnya. karenanya, saya cenderung sensitif dan berlebihan ketika dihadapkan pada kasus yang terjadi berulang layaknya drama. Huh. Ottoke? :(

3. mudah sebal dan menyebalkan.
surprised? I'm okay :p

4. mengutamakan cermin.
mereka yang beranggapan bahwa tujuan saya sering bercermin semata-mata untuk merapikan kerudung, nampaknya kurang tepat. dengan menatap cermin, saya bersemangat ketika melihat bayangan saya ikut tersenyum. tersenyum lebar, sambil memamerkan deret gigi yang tak beraturan. masih sambil menatap bayangan, terkadang saya juga suka meniru atau berakting layaknya aktris korea dengan penuh percaya diri. dan pada akhirnya, cermin dan bercermin menjadi sangat primer dibandingkan benda serta aktivitas lainnya.

5. never been in love (?)
"The only thing that will ever make me fall in love is: if I fall in love..."
Saya pernah membaca, ketika seseorang jatuh cinta, maka perasaan tersebut akan bertahan selamanya. Mengaplikasikan materi logika, saya mengasumsikan kalimat tersebut sebagai premis 1, maka dapat dituliskan p=>q (baca: p maka q). Selanjutnya, premis 2 dari saya adalah ~q. So, konklusinya adalah ~p, saya tidak jatuh cinta. :ppp

Yah, pada akhirnya persepsi diri mengenai seseorang tidak bermakna apa-apa tanpa sebuah kejelasan. Semoga masing-masing dari kita tidak akan berhenti untuk menebar kepedulian. Love ya!