23 Februari 2013

Luapan Dini Hari

kehadiranmu seakan memutar kembali ingatanku, perihal teman lamaku 
seseorang yang selalu kosong 
selalu bersuara, namun tak ada yang mendengar
mengangkat dagu dalam setiap langkahnya, namun tak ada yang melihat
berceloteh seenaknya
terbahak dalam situasi yang salah
mencari perhatian dari sudut mana saja
hanya bisa berpangku tangan
memuakkan
kalian menyatu di bawah atap yang sama
atap ketegaran seorang kawan lainnya
bahkan untuk menuliskan kalimat tadi
tawanya berserakan

17 Februari 2013

Adly Fayruz Nikah, lalu?

mention ter-cetarr pekan ini :'(

haruskah ada tangisan yang terdengar? haruskah ada senyum yang memudar? tidak. ada masanya, kamu akan menjadi tegar. ada masanya, senyummu akan melebar..
mungkin simi benar :')

16 Februari 2013

Maaf, Jika Saya ...

"maaf, jika saya salah. maaf, jika saya berubah ..."

Tiga hari ini, saya benar-benar terombang-ambing pada sebuah permasalahan yang hanya bisa saya ratapi dengan helaan napas. Sulit untuk diungkapkan, pun sulit untuk dimusnahkan. Saya akui, semenjak saat itu saya banyak terdiam. Saya memilih untuk menghempaskan keluh kesah pada sebuah catatan kecil yang sudah mulai usang. Saya berteman baik dengan kesedihan dan kegundahan. Dan saya mencoba melupakan ..

Argh. Apakah dunia peduli ketika kekecewaan bertubi-tubi menimpa saya? Apakah kalian hadir ketika saya ingin menumpahkan segala perasaan yang akhirnya bermuara pada kehampaan? Oh, mungkin saja saya yang mencoba memendam semuanya. Mungkin saja diri ini yang mencoba membangun tembok pemisah. Akhirnya, meluapkan dengan bahasa yang tidak jelas lah salah satu penangkalnya. Itu mampu membuat saya bertahan akan pelampiasan hati yang ingin terpuaskan. Hei, mungkin postingan ini salah satunya :p

Maafkan saya. Maaf, jika sikap ini salah. Saya hanya merasa tertinggal. Jauh. Sangat jauh. Saya tidak akan mengingkari jika akhir-akhir ini saya telah mengesampingkan kebisingan dan ruang lingkup yang luas. Saya sibuk menjelajahi ruang pikir saya sendiri, dan terlihat sangat menjengkelkan, bukan? Hahahahahahaha ._.

Sama seperti rona kehidupan yang selalu tidak tetap, saya pun demikian. Terima kasih atas semua sarannya, terima kasih atas pengertiannya. Titik dua bintang untuk kalian, kawan terhebat :*


31 Januari 2013

Semester Empat

Tidak sengaja membaca salah satu tweet teman se-jurusan yang sekedar memperingatkan bahwa empat hari lagi kuliah perdana, tiba-tiba saya gelisah. Ya, kegundahan dan kegalauan kembali merajahi kepala saya. Teringat akan IP semester lalu yang menurun drastis sehingga membuat air mata berderai berhari-hari, saya tidak mampu membayangkan bagaimana saya mampu melewati semester empat ini. Apalagi, ketika saya masih berseragam SMA, saya pernah mendengar bahwa semester empat adalah semester terberat dalam perkuliahan. Duh, saya semakin lesu.

Terkadang saya beradu argumen dengan diri saya sendiri mengenai keputusan saya menggeluti jurusan ini. Entah siapa yang harus disalahkan. Mungkin kepala saya karena sering lelah dan ingin memecah belah jika sudah dihadapkan dengan teorema, atau mungkin saya sendiri yang sangat teramat payah. Tapi, selalu ada keluarga, sahabat, teman, yang selalu memantapkan hati dan pikiran saya dari setiap tempaan. Selalu ada semangat dari mereka yang mampu mengikiskan luapan amarah atas segala keluhan. 

Semester empat bukan berarti segala sesuatunya menjadi dekat. Justru, inilah tahap dimana saya harus lebih memfokuskan detak, derap, langkah, dan arah. Menganggap semua masalah akan selesai dengan sendirinya, menyepelekan segala bentuk nasihat, itulah yang mesti saya lenyapkan agar tidak semakin mewabah dalam diri saya. 

Dan kembali saya teringat bahwa empat hari lagi kuliah perdana. Saatnya bersiap diri. Tak lupa menyiapkan semangat tentunya. Karena semangat pun mirip dengan grafik matematika yang kadang naik, dan kadang turun. Saat berada di kuadran pertama, semangat terletak di titik puncak. Namun, saat berada di kuadran kedua, semangat kadang timbul, kadang tenggelam. Ah, jadi ngelantur kemana-mana. Baiklah, untuk teman-teman yang juga akan menghadapi Semester Empat, SEMANGAT !


27 Januari 2013

Menunggu Siapa?


bukannya diri ini jengah
bukannya hati ini lelah
namun, aku pun enggan melangkah
menjemput asa yang merekah

kepada siapa akan kutautkan rasa ini ?
jika seluruh hati ini telah kau curi
pergi dan menghilang tanpa kabar
diam dan membisu tanpa berita

mungkin, aku masih bersedia menunggu
menunggu dan terus menunggu
diam dan terus diam
sampai akhirnya kau menemuiku
sambil menggenggam tangannya
dan bertanya "menunggu siapa ?"

* teringat akan sahabat yang belum lelah menunggu
semangat, semoga dia sadar jika sedang ditunggu :)