23 Juli 2012

Deadline !

Deadline adalah tenggang atau batas waktu dimana kita dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi kewajiban kita. Deadline membuat kita panik, pusing, stress, tiba-tiba semangat, tiba-tiba kreatif, dan tentunya begadang. Ketika awal-awal diberi pekerjaan, semangat masih membara-bara ingin cepat-cepat menyelesaikannya. Namun, nikmatnya liburan telah memadamkan semangat itu secara perlahan. Setiap harinya diri ini dengan santainya bermalas-malasan namun fikiran tetap pusing memikirkan pekerjaan itu bagaimana jadinya nanti.


Saya sudah mencoba untuk memulai, namun semuanya terkendala di ide. Pekerjaan itu menjadi tergantung, tanpa penyelesaian. Ingin menyelesaikannya, tapi bayangan kegagalan selalu menghantui. Rasanya ingin mengulang waktu yang telah diabaikan sebelumnya. Rasanya ingin meminjam ide orang lain saja untuk menyelesaikannya. Dan saya teringat akan tulisan Raditya Dika beberapa waktu lalu di jejaring sosialnya, 

- Rasanya kita bisa sepakat bahwa deadline bisa membuat badan gemuk
- Sakit kepala malam ini disponsori oleh banyak deadline
- Deadline semakin dekat sementara tulisan tidak kunjung selesai. Mempersiapkan jurus  wajib semua penulis: Jurus Menghilang Dari Editor
- Kenapa kalo lagi deadline, hal2 lain yg tidak berhubungan dgn deadline pasti jadi menarik?
- Memasuki momen di mana deadline terlihat lebih seram daripada hantu mana pun

Ya. Semua orang yang pernah dikejar deadline pasti pernah merasakan kalimat-kalimat diatas. Penulis sekelas Raditya Dika tentu saja menanggung pekerjaan yang lebih berat dibandingkan pekerjaan saya. Toh, pada akhirnya dia bisa melewatinya dan sukses dengan buku-bukunya. so, Kenapa saya tidak? :')

5 Juli 2012

...


ketika perlakuan tidak sejalan dengan keadaan, maka pemberontakan lah solusinya
ketika pengekangan terus-menerus menghantui, maka perlawanan lah akibatnya
ketika mereka di luar sana tidak tahu yang sebenarnya, maka pengucilan lah akhirnya

1 Juli 2012

Berbaliklah, Meskipun Sedetik.

Seisi dunia telah mengetahuimu. Pujian yang bertubi-tubi selalu menyempurnakan hari-harimu. Doa melimpah ruah untukmu. Semuanya telah menjadi rutinitas kehidupanmu. Tak bisakah sedikit saja kau mengucap syukur akan hal itu ? Atau berbaliklah kepada mereka yang memujamu, meskipun itu hanya sedetik. 

26 Juni 2012

KITA

beberapa tahun silam
semesta pertemukan kita
memperlihatkan siapa diri kita sebenarnya
baik buruk telah kita santap bersama

tak ada jarak yang memisahkan kita
karena kita masih satu suasana
hingga perpisahan itu tiba
tapi tidak dengan hubungan kita

awalnya semuanya baik-baik saja
bahkan semakin indah bila kita berbagi cerita
tentang lingkungan baru kita

namun, jarak itu rupanya semakin melebar
sampai akhirnya komunikasi tidak terjaga
hubungan kita masih baik-baik saja
tapi tidak dengan keterikatan kita

bukan salah kalian jika saya terlupa
salahkan saja saya yang tak berdaya
saya yang sibuk dengan pribadi saya
saya yang sibuk dengan dunia saya

apakah kesempatan itu telah tiada
atau hanya omongan semata
kucoba menebus semuanya 
tapi tetap saja salah
saya masih saja terlupa

sahabat, apakah masa itu masih ada
masa dimana semuanya terbuka
masa dimana tak ada kubu dalam lingkaran kita
masa dimana semuanya baik-baik saja
masa dimana saya tidak terlupa ...


3 Juni 2012

The Last TOWR

     Minggu, 03 Juni 2012 merupakan hari terakhir kegiatan TOWR (Training Of Writing and Recruitment) yang diadakan oleh FLP Ranting Unhas dalam rangka merekrut anggota baru tahun ini. Kegiatannya dilaksanakan di PPLH Puntondo, Takalar. Seharusnya, kami berangkat sejak kemarin sore dan mengikuti kegiatan "Menulis Semalam Suntuk" disana, namun karena alasan perizinan dari kampus maka kami baru bisa berangkat pagi tadi.
     Setelah melalui perjalanan yang panjang, kami pun menerima materi mengenai Loyalitas Berlembaga yang dibawakan oleh kak Atun dan Sekolah Redaksi yang dibawakan oleh kak Nendeng. Saya cukup tertarik dengan materi terakhir karena saya baru paham bagaimana pengaruh media dalam masyarakat, redaksional dan rubrikasi dalam pembuatan berita, dan segala macam mengenai berita. Setelah itu, kami dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing terdiri dari sembilan orang. Berhubung kami bebas memilih teman kelompok, saya pun bergabung bersama teman-teman yang sudah lumayan akrab sejak mengikuti sekolah menulis.
     Kami diberi waktu satu jam untuk membuat media massa dengan menjadikan PPLH Puntondo sebagai objek berita. Tanpa membuang-buang waktu kami pun dengan cepat menentukan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Saya kebagian membuat rubrik opini dari pengunjung dan saya berhasil menemukan narasumber yang ramah di restoran. Setelah menuliskan berita masing-masing di kertas berwarna, kami pun bertemu dan menempelkan satu persatu rubrik-rubrik pada karton yang ceritanya bakal menjadi majalah dari kelompok kami. Dengan hiasan yang apa adanya dan amburadul, setidaknya majalah kami selesai pada waktu yang ditentukan. Agak malu juga sih ketika melihat hasil kerja kelompok laki-laki yang lebih rapi dan dipenuhi bunga kering di sekelilingnya.
     Pekerjaan tadi menjadi penutup dari seluruh kegiatan TOWR sebulan ini. Setelah itu kami diberi waktu untuk mengambil gambar sebagai kenang-kenangan dan saatnya untuk pulang. Terima kasih untuk kegiatan yang menyenangkan ini.

rempong deh, cyin :3

majalah "Lestari"
Anda untuk Alam, Alam untuk Anda :')

uhuuuuuy


Ikatlah ilmumu dengan tulisanmu ~