6 Oktober 2012

Vice Versa

     Jumat kemarin, saya menghadiri sebuah acara Diskusi Kepenulisan, Launching & Bedah Buku "Vice Versa" (antologi puisi) yang diselenggarakan oleh teman-teman FLP Unhas di Gedung Ipteks. Dari judul bukunya sendiri, saya tidak bisa membayangkan jika di dalamnya berisi puisi-puisi romantis bersahutan karangan dua penulis yang sebelumnya hanya dipertemukan dari jejaring sosial. Ya, mereka adalah Umma Azura (penulis dari Makassar) dan Reza Mustafa (penulis dari Aceh). 

     Saya sempat bertanya kepada kak Umma perihal arti dari Vice Versa, dan ia mengatakan bahwa dua kata itu berarti "dan sebaliknya". Dari pemahaman saya, "dan sebaliknya" mungkin menjelaskan bahwa sebelumnya mereka telah mengonsep semuanya, sehingga puisi mereka yang layaknya saling bercakap, mempunyai hubungan antara satu sama lain.

     Kak Umma Azura adalah alumnus Teknik Sipil Universitas Hasanuddin yang sedang giat ber-entrepreneur dan mengembangkan jasa konsultan design grafis yang didirikannya. "Tak ada jurusan yang mengkhususkan seseorang untuk menjadi seorang penulis", ujarnya. Saya hanya bisa tersenyum dan mengangguk pertanda setuju. Sedangkan kak Reza Mustafa, ini lebih membuatku terkagum-kagum. Dia lulusan jurusan Matematika IAIN Banda Aceh, dan sekarang mulai merampungkan program pascasarjananya di jurusan Filsafat Islam. Sebagai mahasiswa dari jurusan Matematika, ada rasa bangga melihat seorang saintis muda yang berkecimpung dalam dunia kepenulisan. 

tepat diantara kesunyianmu dan kesunyianku, kita bertemu
dengan cara tak biasa
denganmu, aku tak perlu memakai topeng
karena engkau menyukai cara yang sederhana
sesederhana pikiran kita, 
saat memutuskan menjadi kekasih
-Umma Azura-

baiklah, jika memang aku yang pertama
maukah kau memakai akal logika?
semisal suatu waktu yang bersamaan
angin datang mengajak terbang
laut tiba mengajak benam
malaikat hinggap mengajak pulang
maukah kau menganggapku ada?
dengarlah, kampungku riuh oleh banyak gempa
untuk mengingatmu, aku bertarung nyawa
-Reza Mustafa-


bareng Ainun -_-


8 komentar:

RYNEM mengatakan... Balas

asiknya .............. ini beli atau dikasih bukunya

cliffnun mengatakan... Balas

hahah.. cu'malnya muka ku dsitu -__-

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

Rynem : dikasi sama penulisnya :)

Ainung : gapapa, yang penting eksis :p

reza mustafa mengatakan... Balas

Salam Rahmah,

Hehehehe, terimakasih banyak buat teman-teman yang telah mengapresiasikan tulisan saya dan umma. sekali lagi terimakasih. reportnya bikin saya tersenyum-senyum sendiri. cuma ada yang sedikit mesti diralat di sini (ini pun sebab saya lupa kasih tahu di hari diskusi), bahwa saya kuliah di Pascasarjana bukan mengambil jurusan Matematika. di sana saya terdaftar di Jurusan Pemikiran dalam Islam (Filsafat Islam). Terimakasih.

Salam buat teman-teman yang lain juga di sana.

Reza Mustafa

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

Wah, terima kasih atas komentarnya kak :) ada rasa bangga dan malu juga, karena tulisan saya bisa dibaca oleh kak Reza hehe.

Terima kasih juga karena sudah diralat kak. Insya Allah sudah diganti hehe. sekali lagi terima kasih kak.

Umma Azura mengatakan... Balas

Salam Rahma,

Baru sempat koment nih. Sama dengan Reza, kami ucapkan banyak terima kasih atas apresiasinya. Yeah, buat aku senyum dan rasanya ini sebuah penghargaan luar biasa atas karya kami. Semoga ada umur panjang, kita bisa bertemu lagi

Salam buat teman-teman.
Umma Azura

Nur Rahmah Makmur mengatakan... Balas

Waalaikum salam, kak Umma :)

Amin, semoga kita bisa bertemu lagi, kak :)

Umma Azura mengatakan... Balas

Assalamu alaikum warahmatullahi wabaraktuh

Dek, mohon maaf... minta tolong foto-fotoku diturunkan yah... aq sekrang sudah berhijab..
jadi sekrang yg belum berhijab di simpan aja...

Terima kasih banyak sebelumnya