30 September 2015

Tahun Pertama

Masih ingatkah kamu pada hari itu? Hari di mana kita pertama kali bertemu bersama empat kawan lainnya di atas mobil openkap yang mengantarkan kita ke posko. Aku menanyakan hal-hal biasa. Nama, jurusan. Sejak saat itu, kita berkumpul bersama menjadi sebuah keluarga.

Dua pekan pertama menjalani hari-hari KKN bersama, akhirnya kita diberi kesempatan selama seminggu untuk kembali ke rumah. Untuk pertama kalinya kamu berkunjung ke rumahku dalam rangka silaturrahmi pasca lebaran. Kita berbicara tentang hal-hal biasa. Hanya seputar prosedur kelulusan di jurusan dari masing-masing kita.

Sekembalinya ke lokasi KKN, kita mulai dekat. Kemana-mana kita selalu bepergian bersama. Karena kondisi posko kita yang sangat jauh dari kantor camat, pasar, dan tempat-tempat lain sementara motor hanya ada tiga buah, maka aku selalu menjadi beban boncenganmu.

Masih ingatkah kamu pada hari itu? Hari di mana kamu mengajakku untuk bergegas meninggalkan malam kesenian di lapangan kantor camat dan kembali ke posko guna menemanimu mempersiapkan bahan sosialisasimu esok hari di Sekolah Dasar. Entah kenapa perasaan gugup tiba-tiba datang. Mungkin aku mulai ............... suka.

Beberapa hari menjelang penarikan, kesedihan melandaku. Berpisah dengan kekeluargaan, kebersamaan, dan keakraban kita merupakan alasan utama. Masih teringat jelas detik-detik terakhir mata kita tidak sengaja beradu di lapangan kampus saat sibuk mencari penjemput kita masing-masing. Dan pada akhirnya kita harus berpisah setelah berbulan lamanya kemana-mana selalu bersama.

Berkat jabatan sebagai sekretaris desa saat KKN, saya menyimpan biodata diri semua teman-teman. Begitupun kamu. Aku akhirnya tahu bahwa beberapa hari lagi kamu berulang tahun. Sehari sebelum ulang tahunmu, kita berenam menyempatkan diri untuk berolahraga sore di kampus sepulang kuliah. Setelah itu, kita mampir di warung coto dan dengan kemahiran berceritaku, akhirnya kuumumkan di depan teman-teman bahwa kau berulang tahun. Seperti biasa, kamu hanya diam.

Masih ingatkah kamu pada hari itu? Hari di mana aku menuliskan seputar ulang tahunmu di blog ini dan setelah kau membacanya, lantas kau menuliskan beberapa kata di salah satu jejaring sosialmu yang jarang kau kunjungi. Tak sengaja aku menemukannya. Aku pun bingung. Mengapa aku semakin suka padahal tak tahu apakah kalimat itu benar-benar untukku. 

Percakapan-percakapan kecil pada salah satu aplikasi chat selalu kita hadirkan. Aku merasa kita bergerak untuk tujuan yang sama meski sifat dan tingkah laku kita sangat sangat berbeda. Aku yang tak berbakat mengartikan keterdiaman dan kamu yang serupa patung tak bersuara. Aku yang sangat senang bercerita panjang dan kamu yang merespon hanya dengan satu kata. 

Menjelang pekan ketiga September, kita berenam kembali bertemu untuk mengerjakan laporan akhir. Teman-teman mungkin tak tahu bagaimana aku (atau mungkin kamu) nampak menahan rasa bahagia di kala bertemu. Tak pernah luput kalimat pada statusmu di ingatanku. 

Masih ingatkah kamu pada hari itu? Hari di mana seminar akhir KKN terselenggara dengan hanya mengisi absen dan mengumpul laporan. Setelahnya, kita berenam memutuskan untuk pergi berfoto bersama di salah satu studio foto dan kemudian mampir di rumahmu. Kupikir itu adalah momen terakhir kalinya aku dapat berkumpul cekikikan bersama kalian, bersama kamu. Hari berganti malam, terasa cepat berlalu. Kita kembali bercakap di BBM dan aku memberanikan diri untuk bertanya perihal status yang kau tulis. Kamu diam. Aku terus bertanya dan bertanya. Kamu menjawab. Ya, itu untuk aku, katamu. 

Aku semakin percaya ketika jarak itu semakin dekat bahwa ternyata tujuan kita satu. Di akhir percakapan, kita memutuskan untuk berjalan bersama. 

***

September hampir berakhir. Kita sudah terlatih untuk terbiasa dengan perbedaan. Sudah berkali-kali menghadapi kesenangan dan kesedihan. Dan begitu banyak pengalaman, pelajaran, dan hal-hal manis yang kita lalui setahun belakangan.

Kini, telah sampai kita di sini. Masih ada banyak hari ke depan yang menunggu untuk kita jalani. Dan ini adalah perayaan kita yang pertama kali. Selamat tahun pertama, Andi Try Dharmanasatya. Jangan menyerah terlalu dini :)