Tampilkan postingan dengan label friendship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label friendship. Tampilkan semua postingan

24 Oktober 2016

Kado Istimewa di Bulan Oktober

Hai semua. Rasanya sudah lama sekali tidak berkunjung kesini. Terakhir menulis, bulan Februari. Mau dibilang sibuk, tidak terlalu sibuk. Mau dibilang lengang, tidak juga.
Jadi???

Seperti penjelasan di tulisan sebelumnya, saya masih dalam perjalanan untuk memperoleh pekerjaan. Sejak menyadari betapa rumitnya program studi saya saat masih di bangku kuliah, saya tidak berpikir lagi untuk melanjutkan kuliah pascasarjana dengan program studi yang sama. Maka, hari di mana saya merayakan euforia kelulusan juga merupakan hari pertama saya mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan. 

Mencari pekerjaan yang sesuai dan membutuhkan jurusan kita ternyata tidak semudah mencari informasi pekerjaan yang tersedia di berbagai media massa. Ketika memperoleh informasi lowongan sebuah instansi, hanya beberapa detik rasa harap akan berubah menjadi rasa sedih tatkala jurusan matematika tak ada di bagian kualifikasi. Begitu juga ketika memperoleh informasi lowongan instansi yang kualifikasinya mencari semua jurusan. Rasa bahagia akan pupus ketika melihat jenis pekerjaan yang sangat jauh dari materi dan keseharian di bangku kuliah. 

Ketika pemikiran untuk memperoleh pekerjaan yang membutuhkan jurusan saya itu menguasai diri saya, maka saya hanya bisa berikhtiar menunggu lowongan yang sesuai dan tetap belajar di rumah. Setiap harinya saya menyempatkan diri untuk belajar. Entah itu mengulang materi TOEFL saat kursus dulu, mengerjakan soal-soal CAT, serta soal-soal sejenis perhitungan yang selalu muncul di tahapan perekrutan karyawan. Namun, ketika melihat satu-persatu kawan mendapatkan rejeki pekerjaan, seketika ideologi awal saya mengenai pekerjaan yang saya inginkan akan lenyap dan saya akan melamar pekerjaan di mana saja meskipun tidak sesuai kehendak hati. 

Target saya untuk memperoleh pekerjaan yaitu tidak lebih dari setahun sejak saya meraih gelar sarjana. Namun, sebaik-baik manusia memiliki rencana, Allah juga memiliki rencana lain terhadap hidup saya. Ada hal-hal yang ingin disampaikan-Nya melalui banyak keputusasaan saya akan pekerjaan. Ketika saya sudah melewati banyak tahapan proses perekrutan dan di tahap akhir gagal, muncul perasaan di dalam diri saya bahwa kegagalan itu merupakan teguran dari-Nya akan sikap saya yang mulai angkuh ketika melewati tahapan demi tahapan tes, atau dari do'a-do'a yang masih tidak seimbang dengan ikhtiar saya.

Saya terus mencari dan mencari di mana letak yang salah dalam diri saya, ke mana Allah menuntun jalan saya, dan berpikir apakah hidup sekedar bekerja di tempat yang baik, mendapat gaji, memiliki keluarga, memiliki anak, kemudian mati. Saya terus mencari sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk menjalani hidup sesuai dengan rencanaNya. 

Menjalani hidup sesuai dengan rencanaNya tidak serta merta lupa untuk berusaha dan berdoa. Gagal dengan target pertama, saya menetapkan target kedua, yakni mendapatkan pekerjaan sebelum berusia 23 tahun. Untuk mengingat batas harinya, saya sengaja menempel shedule board di kamar. Hari demi hari saya jalani dengan terus belajar, mencari lowongan, mengikuti tes di beberapa tempat, dan tak lupa berdo'a. Saya menjalaninya tanpa takut lagi dengan target yang tidak tercapai. 

Oktober datang. Ada rasa cemas, takut, tapi tetap santai. Seminggu hampir berlalu. Saya punya firasat akan mendapat kabar baik. Namun tak ada yang terjadi. Malam di tanggal 6 Oktober, saya mengecek hape bapak dan alangkah terkejutnya saya ketika membaca pesan untuk mengambil surat pengantar medical check up di salah satu instansi beberapa jam sebelumnya. Saya panik. Saya mengonfirmasi bahwa saya telat membacanya sebab pesan itu dikirimkan ke nomor bapak. Mereka menerima alasan saya dan menjadwalkan hari esok untuk melakukan tes kesehatan. 

dibaca pada pukul 20.00 -_-

Minggu, di hari kesembilan Oktober, saya mendapatkan jawaban dari keinginan yang selama ini belum tercapai. Saya lulus untuk mengikuti program Management Trainee (MT) di salah satu perusahaan pembiayaan terlama di Indonesia. Posisi saya di program MT ini adalah Credit Analyst, yang mana kualifikasinya berasal dari jurusan MIPA (Matematika dan Statistika). Tanggal 10 kemarin merupakan hari pertama saya berkantor dalam rangka Pre ICT atau persiapan sebelum pelatihan di Head Office. Saya lulus hanya berdua dengan kak Praja, namun posisi kami berbeda. Saat ini saya masih harus menjalani Pre ICT kurang lebih dua minggu lagi sebelum meninggalkan Makassar selama waktu yang tidak ditentukan. Awal November saya akan berangkat ke Tangerang untuk pelatihan beberapa bulan, lanjut OJT atau On the Job Training atau bahasa umumnya magang di kota yang ditentukan, kemudian penempatan di kota yang juga ditentukan dari kantor pusat. 

Do'a memang sesuatu yang rumit. Kapan do'aku dikabulkan, kenapa do'a mereka lebih dahulu dikabulkan, apa pertimbangan do'a orang lain cepat dikabulkan, semua menjadi tanda tanya. Namun yang patut disyukuri ialah saya belajar ikhtiar dan ikhlas dari do'a-do'a yang masih diperjuangkan. 

15 Oktober, hari di mana umurku bertambah, tak ada perayaan meriah lagi dari teman-teman. Bunyi notifikasi dari smartphone juga sudah tidak seramai tahun-tahun kemarin. Rasa syukur atas perjalanan hidup yang penuh suka maupun duka membuatku lebih berbahagia dari tahun manapun. Tapi sehari setelahnya saya dikejutkan dengan kedatangan sahabat-sahabat SMA yang memakai topeng bergambar Adly Fayruz di acara arisan saya dengan teman-teman SD. Saya memang pernah berceletuk ingin diberi kejutan menggunakan topeng Adly Fayruz, tapi saya benar-benar lupa akan itu. Beberapa hari setelahnya juga saya tidak kalah terkejut ketika Lhya, Acik, dan kak Tyar datang ke rumah yang mana setahu saya Lhya dan Acik sedang liburan di Lombok. Ternyata setibanya di Makassar, mereka langsung menuju ke rumah saya. 

foto ini di-like oleh Adly Fayruz di Instagram, heheu

wanita-wanita di balik topeng : Hilda, Keong, Ninda, Mongsky

I'm a birthday girl

Katanya sih mereka gonceng tiga ke rumah ._.

"Jangan dulu dikabulkan apa yang dia minta. Aku ingin mendengar tangisan dan permohonannya lebih lama lagi karena Aku mencintainya."

Selamat ulang tahun, Nu. Selamat menjalani kehidupan baru yang Allah izinkan terjadi dalam hidupmu...

31 Desember 2015

Sarjana, lalu?

Ah… rasanya sudah lama sekali tidak berkunjung disini. Meskipun sudah tidak ada lagi kesibukan kampus yang menjadi alasan saya untuk berberat hati menuliskan beberapa tulisan, namun beban setelah lulus memaksa saya untuk tidak terlalu sering meluangkan waktu menjajaki dunia maya. Sejak tanggal 24 Juni kemarin, saya resmi berstatus “sarjana pengangguran”. Sefavorit-favoritnya perguruan tinggi, memang tidak ada yang menjamin lulusannya sukses di dunia kerja. Bahkan, serumit-rumitnya jurusan suatu universitas, jurusan tersebut pun belum tentu menjamin lulusannya mendapatkan pekerjaan dengan mudah.

Saya termasuk tipikal orang yang selalu terpacu dengan kesuksesan orang lain. Melihat orang-orang yang sukses di bidang akademiknya, yang diberikan kelancaran sampai meraih gelarnya, yang diberikan kemujuran hingga memperoleh pekerjaannya, dan masih banyak lagi. Namun ternyata ini tidak berlaku ketika beberapa sahabat seperjuangan saya di kampus diberi rezeki mendapatkan pekerjaan dengan cepat. Saya kepikiran berhari-hari, merasa payah akan diri sendiri, dan akhirnya sakit karena membebani diri.

Beruntung saja, sebulan setelah menganggur saya ditawari oleh senior untuk menjadi mitra kerja di BPS (Badan Pusat Statistik) Makassar. Selama setengah bulan saya membantu mengentri data dan alhamdulillah penghasilannya memuaskan ehehe. Honor tersebut saya gunakan untuk memperbaiki susunan gigi saya yang sangat berantakan dan tadaaaa

Anabel = Anak Berbehel

Setelah pergi pagi pulang petang dan duduk di komputer selama berhari-hari, terasa singkat ketika saya kembali menganggur dan hanya sesekali belajar di rumah. Namun apapun kondisi yang diberikan, sepatutnya saya syukuri. Sejak tidak disibukkan dengan apapun, saya jadi lebih sering berkumpul dan bercengkrama dengan sahabat-sahabat saya sejak SMA. Disebabkan rumah Popi yang tidak begitu jauh dari rumah, jadilah saya selalu mampir kesana. Oleh ide yang dicetuskan Keong, kami sepakat untuk menjadikan pertemuan-pertemuan kami lebih bermanfaat. Tidak hanya bertemu, ketawa ketiwi, dan sebagainya, tetapi kami akan membuat suatu usaha agar kami tidak lagi menengadahkan tangan kepada orang tua untuk meminta uang saku.

Berdasarkan gaya hidup kebanyakan orang saat ini yang pada momen-momen tertentu memberikan bunga untuk orang yang dikasihinya, kami belajar dari internet untuk membuat buket bunga cantik dari kain flanel. Awalnya kami hanya mempromosikannya dari kenalan-kenalan saja, namun banyaknya permintaan membuat kami memutuskan untuk turun langsung di beberapa lokasi wisudahan serta mempublikasikannya di internet. Tidak hanya itu, proposal usaha kami yang dibuat oleh Keong lulus seleksi dan diutus ke Jakarta untuk mengikuti tahap selanjutnya. Tapi sayangnya Keong tidak berhasil lolos dan tidak menimbulkan kekecewaan sedikitpun untuk kita berenam.

Sebenarnya kami bersahabat sebanyak tujuh orang, tetapi karena Hilda masih berkutat dengan skripsinya dan berkuliah di Bandung, dia tidak bisa bergabung. Sedangkan kami berenam sudah pada menyelesaikan kuliah dan hanya Acik yang mempunyai pekerjaan tetap. Sembari menjemput rezeki (pekerjaan, berkeluarga, atau melanjutkan sekolah) kami di masa mendatang, kami berenam akan tetap melanjutkan usaha ini sebisa mungkin. Jika dikatakan banyak sarjana yang malu untuk berjualan, itu tidak berlaku untuk kami. Sebab malu yang sesungguhnya yakni ketika kita tidak melakukan dan menghasilkan apa-apa :)

Sebelum berjualan

Setelah berjualan wkwk

mau pesan atau sekedar tanya seputar buket handmade lucu dari kami? follow instagram ge's florist dan klik link di bio aja yaa
*GE merupakan singkatan dari Girls Entrepreneur

31 Oktober 2014

21

Hmm baiklah. Sebelum bulan Oktober berlalu, izinkan saya untuk menuliskan satu dua paragraf perihal satu hari yang selalu menjadi dan dibuat beda dalam hidup saya, yakni hari ulang tahun.

Ketika jam tepat menunjukkan pukul 00:00, nada dering pertanda sebuah pesan masuk berbunyi. 

"Selamat ulang tahun, Nur Rahmah Makmur."

Ya, pesan ringkas itu darinyaseseorang di luar sana yang begitu irit dalam berucap, pun merangkai kata. Keharuan pasca membaca pesan darinya tiba-tiba terhenti dengan adanya panggilan masuk. Belum sempat kujawab dengan halo, kalimat selamat ulang tahun kembali terucap darinya. Hahaha, saya tertawa dan kembali menahan haru.

Dan kejutan darinya belum terhenti sampai disitu...


Sepulang dari kampus, alangkah terkejutnya saya ketika mendapati Lhya, kak Iyda, plus kakak Uci (kakak ipar saya) bersorak "Selamat ulang tahun" dengan kencang sambil membawa kue berlilin dan balon yang berwarna-warni. Lhya dan kak Iyda adalah dua sohib saya di organisasi kepalangmerahan sewaktu SMA. Selang beberapa jam kemudian, Acik, Khatmi, Keong, dan Nindasahabat sejak SMA yang setiap tahunnya selalu bersusah-payah untuk memberi kejutan di rumah tapi selalu gagal, kembali meniatkan raganya untuk ke rumah dengan lima buah cupcake (kue mangkok) serta kantongan yang berisi jilbab.

Tepat di Sabtu sore, dengan wajah kumel baru bangun, belum cuci muka, apalagi sikat gigi, teman se-genk saya di kampus menghambur masuk ke rumah dengan sangat gaduh. Mereka menghadiahkan saya sebuah tirai kamar horor layaknya tirai kamar praktek dukun, ckck. Malam menyambut, kami bersembilan melanjutkan aktivitas dengan bermain kartu remi dan UNO hingga subuh. Ya.. kami menghabiskan Sabtu hingga Minggu waktu itu dengan bertingkah gila-gilaan.


Akhirnya, seperti itulah orang-orang di sekitar saya memperingati momen pergantian tahun saya yang ke-21. Selamat ulang tahun, Nuu. Berbahagialah.

30 Juli 2014

K K N

KKN? Apa sih KKN itu? Buat yang belum tahu, KKN yang merupakan singkatan dari Kuliah Kerja Nyata adalah salah satu kewajiban yang diikuti oleh setiap mahasiswa perguruan tinggi untuk mengabdi kepada masyarakat selama dua bulan penuh (kalau di kampus saya) dengan membuat beberapa program kerja guna membangun dan memajukan suatu desa. Ok, here's my story...

Pertengahan Mei hingga awal Juni adalah masa-masa ribetnya saya mengurus KKN. Mulai dari pendaftaran, pembekalan, pendaftaran KKN Tematik, seleksi KKN Tematik, hingga akhirnya saya tidak lolos dan diarahkan untuk mengikuti KKN reguler seperti mahasiswa pada umumnya. Setiap memikirkan KKN, saya selalu bertanya-tanya, mampukah saya jauh dari orang tua? Mampukah saya hidup di desa orang dengan kemampuan masak yang ala kadarnya? Mampukah saya menjalani hari tanpa update di jejaring sosial? Lha...

Pada awalnya, jadwal pemberangkatan KKN ditetapkan pada akhir Juni. Namun karena masalah Pemilu dan lain hal, maka diundurlah keberangkatan kita hingga tanggal 10 Juli. Lantas, persediaan cemilan yang telah saya siapkan dari jauh-jauh hari malah ludes dalam beberapa hari hanya karena penundaan keberangkatan, hiks. 

Mendekati hari keberangkatan, tentunya saya meluangkan waktu untuk bertemu dengan mereka, sahabat-sahabat kesayangan cabang mana saja. Hihihi.

Amsky: teman SD, teman SMP, teman bimbel, teman jogging, teman ke Gramedia, teman....

(Nunu Muhlis - Nunu Anis - Nunu Ama)
Genk Nunu saat SMP

(Popi.Hilda.Khatmi.Keong.Acik.Ninda.Nunuu)
mulai bersahabat ketika masa SMA akan berakhir

Afifah - Nunuu - Lhya
dua orang paling kosong dan ajak-able di jagad raya
*gambar ini diambil saat mereka "menculik" saya di malam sebelum keberangkatan T...T

Barongsss: kelompok belajar di kampus, kelompok kuliner-an, kelompok cabe-cabean

**

Tibalah hari di mana pengumuman lokasi diumumkan. Saya ditempatkan di Incheon, Korea Kecamatan Libureng, Bone. Dan ternyata saya tidak sendiri di kecamatan itu, ada Nita dan Wawan juga, salah dua member barongs pada gambar di atas. Pada tanggal 11, hari kedua keberangkatan, saya diantar oleh Mama dan Bapak ke kampus, tak lupa berpamitan dengan kakak-kakak dan ponakan saat di rumah. Ya, ini merupakan pertama kalinya saya jauh dari keluarga, terutama orang tua. Ada rasa sedih karena harus mandiri di tempat orang, pun rasa penasaran karena akan berpuasa dengan lingkungan dan suasana yang baru. 

Sungguh. Momen di mana bus yang saya tumpangi pelan-pelan melaju meninggalkan lapangan PKM, di saat itu pulalah saya melihat ibu saya menitikkan air mata sembari melambaikan tangan. Huhu. Setelah melewati perjalanan kurang lebih empat sampai lima jam, akhirnya saya tiba di Kantor Camat Libureng dan diadakan penyambutan mahasiswa KKN untuk kecamatan tersebut.

Sebenarnya, pada malam sebelum keberangkatan, saya menerima pesan yang berisi nama desa di mana saya ditempatkan; yakni desa Mario, yang alangkah kagetnya saya saat mengetahui bahwa saya dengan Nita berada di desa yang sama, yang berarti kami seposko. Namun, ketika acara penyambutan berakhir, supervisor mengabsen nama-nama kami dan.... nama saya berada di desa Ponre-ponre. Akhirnya saya menemui supervisor dengan membawa bukti sms dari koordinator kecamatan yang mengatakan bahwa saya di Desa Mario. Dengan pertimbangan bahwa saya dan Nita se-jurusan dan kuota pada setiap posko terbatas, maka saya pun dengan tabah harus berpisah dengan Nita. Namun, kemalangan saya tidak hanya sampai disitu. Sesaat setelah saya berhasil menemui koordinator dari desa Ponre-ponre, seseorang memohon-mohon kepada saya agar saya bersedia ditukar dengan temannya dari desa lain. Ya sudah, saya kembali berurusan dengan supervisor dan ditempatkan di desa Tappale.

Dengan menaiki mobil pick up, saya diangkut menuju desa Tappale bersama lima orang lainnya. Saat di perjalanan, saya memberanikan diri untuk menanyai nama dan asal jurusan mereka. Dan wow, tidak hanya jurusan, fakultas bahkan asal daerah kami pun berbeda. Tiba di desa Tappale, rupanya kami ditempatkan di rumah kosong, tidak begitu jauh dari rumah Pak Kades. Ya, rumah kosong. Bukannya beristirahat karena lelah usai perjalanan jauh, kami malah menghabiskan sore dengan membersihkan rumah tersebut. 

Ah, ya. Saya bersyukur mendapatkan teman-teman posko yang tidak hanya baik dan unik, tapi mereka juga hobi menonton drama Korea seperti saya, ngahaha. Alhasil, waktu senggang di posko selalu kami gunakan dengan menonton drama atau film bersama. Kelima orang ini bernama: Bayo (Teknik Geologi), Kezia (Ilmu Hukum), Try (Ilmu Ekonomi), Abu (Kehutanan), dan Ira (Perikanan). Karena kami menempati rumah kosong, maka kami dituntut untuk melakukan segala sesuatu dengan mandiri. Tidak jarang kami selalu melakukan apa saja secara bersama-sama; mulai dari memasak, membersihkan rumah, mencuci piring dan gelas, berbelanja ke pasar, shalat berjamaah di masjid, menghadiri acara buka puasa dari dusun ke dusun, bahkan kesiangan sahur. 

Tanggal 25 kemarin, kami kembali ke Makassar untuk menikmati libur hari raya selama sepekan. Saat tiba di rumah masing-masing, masih saja kami menghabiskan waktu entah itu dengan teleponan, atau saling berbalas pesan. Bagaimana tidak, hidup serumah secara sederhana dan menghadapi berbagai situasi sulit bersama-sama membuat keterikatan di antara kami semakin kental, layaknya keluarga. Maka dari itu, saya selalu berharap, sekembalinya kami ke posko, enam kepala dengan watak dan ego yang masing-masing berbeda, mampu melebur jadi satu demi melalui hari-hari berat ke depannya serta mewujudkan program kerja yang telah kami rancang. Aamiin!

(Try ~ Ira ~ Nunuu ~ Bayo ~ Abu ~ Kezia)
berfoto bersama di depan posko

observasi (?)

bersama adik-adik dari SD 186 Tappale

 usai seminar desa.. hurraaaaay!!!

18 Mei 2014

Sebab Temu Pemusnah Rindu

14 Mei, lab Radio KOSMIK
"Nunuuuu, dari mana ko selama ini? Nunuu toh jahatnyaaa....," ucap kak Isma tergopoh-gopoh sembari berjalan cepat menghampiri saya. 

14 Mei, obrolan pada aplikasi Whatsapp
"Nunuu, pokoknya harus ki' ketemu. Banyak mau kuceritakan :D," kata Ahmad (yang lebih akrab disapa Cekidot) membuat saya haru. "Iya, Ceki. Bangeeet!"

16 Mei, Perpustakaan Pusat Lt. 1
Bersama Kak Jum dan Cekidot, saya menghabiskan waktu senggang usai jumatan dengan menceritakan banyak hal. Mulai dari rencana saya dan Ceki yang ingin mendaftar KKN di kota yang sama, hingga kegalauan Kak Jum yang akan menghadapi Ujian Meja.

17 Mei, Pelataran Gedung IPTEKS
Tiba lebih awal, saya memilih untuk bersender di tembok dan sesekali mengecek ponsel. Tampak kejauhan saya melihat Batara dan kak Syahrir sedang melambaikan tangan dan berdadah-dadah. Duh... habislah saya, pikirku. Iya, tidak lama lagi saya akan menerima omelan atas ketidaknampakan saya untuk beberapa bulan terakhir. Iseng mengawasi sekitar, ups saya menemukan kak Fiqah sedang asyik berbincang di kerumunan. "Nunuuuuu, lama ta' tidak ketemuuu...," sambutnya. Memang benar, kak. Saking lamanya, banyak cerita yang kemudian kita pertukarkan dan banyak rindu yang sungguh malu saya ucap.

Deg deg. Batara muncul. "Bahas apa ko berdua? Ikut dule..," sapanya. "Nunuu, bahagiaku datang meko. Mauko tau, selama ini galau ka' kodong tidak ada sekretarisku...," entah saya harus bahagia atau sedih mendengarnya. "Deh Nunuu, hampirmi bubar band ta' gara-gara tidak ada ko..," tambah kak Syahrir ngawur.

---

Teruntuk kalian, teman-teman dan kakak-kakak yang selalu saja dirindukan meskipun terpisah jurusan dan angkatan, terima kasih karena kalian tetap melebarkan kesabaran atas ketidakhadiranku di setiap kesulitan. 

Ya, aku pulang!

6 April 2014

Berkunjung ke Bulukumba. Lagi.

Tidak seperti biasanya, hari ini saya berniat rajin. Kamar yang berbulan-bulan tidak pernah dibersihkan oleh si empunya (yang ceritanya sibuk), selalu menjadi penyebab saya dimarahi Ibu. Alhasil saya memutuskan untuk tidak bepergian kemana pun, dan dengan terpaksa tulus berbenah kamar. 

Semenjak saya kewalahan dengan segala rutinitas, saya jarang tidur di kamar. Seharian di luar, pulang, melempar pakaian di sebarang tempat, dan terlelap di depan TV. Tak usah ditanyakan bagaimana repotnya saya ketika akan bergegas ke kampus. Telat bangun, bingung membedakan antara pakaian bersih dan kotor sebab semuanya bercampur, bolak-balik menjumpai cermin setiap kamar hanya untuk memastikan tingkat kerapian jilbab, dan terakhir; kaos kaki hilang sebelah. Bahkan beberapa hari yang lalu saya terpaksa meminjam kaos kaki Riza dikarenakan hal serupa. 

Tatkala beberes tadi, saya menemukan ransel hitam di belakang pintu ditemplok banyak debu. Ransel tersebut jarang saya pakai, hanya ketika akan bepergian jauh dan memerlukan banyak pakaian. Saat membukanya, saya terheran-heran melihat banyak pakaian dan barang di dalamnya. Astaga. Terakhir kali saya kenakan, bulan lalu; sepulang dari Bulukumba.

*

Ini merupakan kedua kalinya saya bertandang ke Bulukumba. Tiga tahun yang lalu, bersama sepuluh orang teman, saya melakukan penelitian untuk mata kuliah WSBM di sana. Hm, Bulukumba memang terkenal dengan pantainya yang indah. Tidak jarang beberapa tempat wisata Bulukumba banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun asing.

Di sela-sela riuhnya perkuliahan, dari jauh-jauh hari saya dan beberapa sobat kampus berencana untuk melepas penat dengan bersama-sama ke Bulukumba. Kebetulan ada rumah Aidil di sana. Usai mengikuti kuliah Analisis Riil pada hari Jumat, segeralah kami berangkat dengan mengendarai motor. Bersama Ainun, Nita, Riza, Ilha, Aidil, Akra, Asdar, Afhy, dan Wawan, kami melakukan perjalanan ketika hari mulai gelap. Dengan jarak tempuh sekitar 5-6 jam dikarenakan letak rumah Aidil yang sangaaaaat jauh, keluhan demi keluhan pun mengudara saat kami tiba hingga kami tertidur pulas.

CABS YUK!!
(Aidil - Wawan - Ainun - Nunuu - Ilha - Akra)

Esok harinya, kami menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di sekitar sebelum mengunjungi beberapa tempat wisata di sana. Whoaaaa...

@ Monumen Balangtaroang Bertani

Berpetualang ke Bulukumba tentu tidak afdal jika tidak mengunjungi Pantai Tanjung Bira, pantai dengan sejuta pesona alam. Karena cuaca masih terik, sesampainya di sana kami melancong ke Pulau Liukang dengan menyewa kapal + banana boat. Pada Pulau Liukang, terdapat pusat penangkaran penyu terapung dan pembibitan teripang. Tapi, kami lebih memilih untuk menyantap bekal makan siang yang dibuat oleh Ibu Aidil ketimbang menyelam untuk melihat penyu.

Yeaaaay

(kiri-kanan) Ilha - Nunuu - Nita - Riza - Ainun - Akra - Aidil - Asdar - Wawan


Sekembalinya kami ke Bira, di tengah perjalanan saya mengalami sedikit kecelakaan. Hmm, apa masih bisa dikatakan sedikit jika sudah tenggelam? Iya, tenggelam :(( Tak perlulah saya paparkan bahwa di tengah perjalanan Liukang-Bira yang berjarak sepuluh menit, saya kecemplung di tengah laut, memakai baju pelampung yang kondisinya tidak begitu erat, dengan kapal yang ditumpangi teman-teman yang tetap melaju, tidak menyadari kemalangan saya. Ah, membayangkannya saja membuat saya kembali bergidik ngeri.

Sebelum......... T^T

Masih dengan suasana pasca jatuhnya saya dari banana boat, rupanya saya belum jera menyambangi laut. Usai dari Bira, kami ke Pantai Bara. Pantai Bara belum setenar Bira sebab jarak yang lumayan jauh membuat pantai ini jarang didatangi pengunjung. Tapi, bagi kalian yang menyukai ketenangan, Pantai Bara merupakan tempat yang cocok. Menjelang sore, kami bersiap-siap untuk kembali ke rumah, tak lupa mampir dan berfoto-foto cantik di Kebun Karet.

duh! #IYKWIM


Saya pernah membaca buku dari seorang travel writer, Agustinus Wibowo. Kutipannya seperti ini: "Ada orang yang pergi ke ratusan negara, sampai sudah tak ingat lagi mana-mana saja yang pernah didatangi, selain bukti foto-foto dan cap di paspor yang menjadi piala kebanggaan. Juga ada orang, yang berjalan perlahan-lahan, mendalami negeri-negeri, menyelami manusia, menganalisa sejarah, mempelajari budaya, dan mencatat setiap cerita." - Titik Nol

Selamat berakhir pekan!!

3 Januari 2014

One Day One Episode

Obrolan yang berawal dari aplikasi BBM semalam bersama Lhya berujung dengan pertemuan dadakan sore tadi. Kami memutuskan untuk menonton kembali drama Princess Hours yang telah menjadi dalang candu kami akan drama korea. Kami menyebutnya "One Day One Episode".

Berteduh sembari menyeruput kopi tampaknya asyik, pikirku. Akhirnya, kami pun bergegas menuju kedai kopi terdekat bermodalkan payung cantik gratisan.
"Cum, mau ko minum apa?," tanya Lhya setibanya kami di sana.
"Ngng.. Americano ah, biar kayak di drama-drama korea"
"zzzz, pahit sekali do' "
"biarmi deh Lhy, ceritanya kita lagi di Mango Six.." (Mango Six merupakan cafe terkenal dan populer di Korea karena sering menjadi tempat lokasi syuting drama, iklan, MV, dan lain-lain).

menuang empat bungkus gula dan teteup... paiiittt :((
Okesip, saya menyesal sebab tidak mendengar perkataan Lhya yang notabene berpengalaman dengan segala hal yang pahit, termasuk kenangan. Iya deh Lhy, iyaaa.... :|

Usai mendownload beberapa soundtrack drama dan bertukar film, tibalah waktunya untuk gregetan menyaksikan akting Joo Ji Hoon oppa :3. Karena kami menargetkan satu episode dalam sehari, setelahnya kami beralih ke Youtube dan kembali gemas saat menonton behind the scene-nya The Heirs serta beberapa video K-Pop. Dan seperti biasa, Lhya menyebarkan virus-virus SHINee agar saya menjadi seorang Shawol, errr.

Malam semakin larut, dan kopi saya masih utuh.


2 Januari 2014

New Year's Eve

Hampir setiap tahun saya melewatkan pergantian malam tahun baru bersama keluarga. Bahkan ketika saya kembali mengingat-ingat, moment tahun baru yang saya lalui tanpa kedua orang tua hanya dapat dihitung jari. Tiga tahun yang lalu saya menikmati perayaan tahun baru di lapangan Gasis, Kabupaten Soppeng. Berjalan seorang diri, ikut nimbrung menyaksikan kembang api yang bersahut-sahutan, lalu pulang. Dua tahun yang lalu saya bermalam di rumah salah satu teman kampus guna berlatih yel-yel kelompok sebelum mengikuti pengaderan jurusan. Nyaring bunyi terompet serta pendaran kembang api membuat kami, GB Logistik, menghentikan latihan dan bersama-sama menuju balkon. 

Saya termasuk kawanan orang-orang yang memilih untuk melewati malam pergantian tahun dengan biasa-biasa saja. Kumpul bersama keluarga di rumah, menyiapkan beberapa hidangan, dan menyegerakan diri untuk tidur ketika mendengar dentuman-dentuman yang menandakan bahwa satu babak dalam hidup baru saja terlewati. 

Terlepas dari segala kebiasaan saya setiap tahunnya, akhirnya semalam saya dapat berkumpul bersama teman-teman terdekat dan berbaur dengan lautan manusia di pusat perayaan malam pergantian tahun Kota Makassar, Pantai Losari. Whoaaaaaaw, DAEBAK!!!



Nunuu - Khatmi - Nurul - Acik - Lhya - Keong
Khatmi Lhya Keong Nunuu Fifi


Selamat tahun baru! Semoga tahun ini dipenuhi dengan segala hal yang baik dan berkesan. Tak lupa, terima kasih untuk 365 hari yang lampau. Hwaiting!! ^^

20 Oktober 2013

Ketika Usia Menapaki Angka 20

15 Oktober 2013

1. Kusambut hari pagi dengan terlalu dini. Bukan. Bukan karena saya ada kuliah pagi. Melainkan gemuruh takbir dari corong masjid terdekat membuat tubuh lebih cepat beranjak dari biasanya. Selain itu, hari ini adalah hari yang istimewa. Pada tanggal dan bulan ini, hari kelahiran saya telah terulang sebanyak dua puluh kali. Meskipun bahagia, ada cemas yang menuntunku untuk segera menuntaskan hari ini.

Dalam perjalanan ke masjid, kutengok ponselku yang tak henti-hentinya berdering oleh nada notifikasi dari beberapa jejaring sosial. Serangkaian ucapan dan do'a dari merekaorang-orang terkasih, membuatku gagap didekap perasaan haru yang amat teramat sangat. 

Tiba di rumah, ucapan "selamat ulang tahun" kembali dilayangkan saudara dan keluarga. Sebagian dari mereka tak menyangka bahwa usia saya sudah sebanyak ini. Sudah setua ini.

Bertepatan dengan terdengarnya kumandang adzan maghrib, saya kedatangan beberapa tamu. Auliah, Yulia, Jihan, Ilha, Nita, Ipul, Tirta, Dayat, Ade, dan Wawan meramaikan kediamanku. Beberapa dari mereka adalah teman akrab di jurusan, kenalan baik dari fakultas ekonomi, dan sisanya mahasiswa kampus tetangga, haha. Entah bagaimana mereka mempersiapkannya, sekembalinya saya dari mengambil piring dan sebagainya, sepiring "buras/burasa" telah bertengger sempurna dengan lilin-lilin di atasnya. 

ciyan, kue ultahnya Nunuu :))

batua raya geger akibat suara tawa mereka -...-


2. Sepulangnya beberapa kawan tadi, rumah kembali sepi dan saya memutuskan untuk membalas beberapa ucapan di twitter hingga larut. Ah ya, ketika membuka dasbor blog, saya menemukan sebuah postingan dari seorang sahabat, saudara, sekaligus seseorang yang selama sebulan lebih ini membuat saya galau karena kesalahpahaman :p Hei, Cupsky.. saya nangis membaca tulisan INI x))

Akhirnya saya memberanikan diri untuk menyapanya di line. Dia membalasnya, dan suasana akrab kembali hadir di perbincangan kami. Tepat pukul 00.00, percakapan harus terhenti dikarenakan ada keperluan mendesak yang harus dia kerjakan.

16 Oktober 2013

3. Beberapa detik setelah membalas pesan terakhir Cupsky, Afifah menghubungi saya. Pasti ingin memberikan ucapan, pikirku.

"Nuu, bisa ka' minta tolong?," sambut Afifah dengan nada suara sedih.
"Iye, kenapa Pip?"
"Percaya ko, di Makassar ka' sekarang. Ada ka' di depan rumahmu." (Afifah mahasiswi UMY, dan setahu saya dia masih berada di Jogja)
"Astaga, kenapa bisa? Terus, mauko apa?" *masih bingung*
"Nuuuuuu, bukakanka' pagaaaar... mauka numpang pipiiiis," ucapnya semakin sedih.

Segeralah saya keluar rumah, dan... AFIFAH BENAR-BENAR ADA. Bukannya membuka pagar, saya malah meninggalkannya seorang diri di sana. Kemudian saya naik ke lantai atas, mengintip dari jendela, barangkali masih ada beberapa orang lagi yang tak terlihat. Setelah beberapa menit saya tinggal, hasilnya nihil. Afifah masih setia di depan, memasang tampang sedih, dan saya masih sangat sangat tidak mengerti.

Usai buang air kecil, dengan wajah polosnya Afifah menyapa saya. Lalu dari kejauhan, tampak Wantos dan Lhya membawa obor lilin besar sambil cekikikan. Naik motor bertiga, bertamu pukul dua belas malam, dan mereka masih bisa cekikikan T-T

datang, duduk, bajak status :"

Perlu kalian ketahui, selain bersama Cupsky, saya juga terlibat kesalahpahaman bersama mereka. Dan selama seharian penuh, saya memang tidak memperoleh ucapan apa-apa dari mereka. Makanya, Lhya sempat berucap, "ge-er ko pasti bakal dikasi ucapan sama kita, toh.... ." Duh.........

Album kumpulan lagu Banda Neira, dari Oxapisi (teman Cupsky di Semarang) :')


Benda di sebelah kiri pada gambar tersebut adalah sebuah "buku manis kumpulan tulisan dan gambar sejak tahun 2008" yang ditulis tangan oleh merekaAbdul Maghfir Zakir (Cupsky), Wahyu Wardianto S. (Wantos), Nur Awaliah (Lhya), Afifah Islamiyah (Afifah), dan Nur Aisa Pratiwi (Aiyy), sahabat-sahabat saya di organisasi Palang Merah SMA. Masih di lembar ketiga, rasanya saya sudah ingin menangis sejadi-jadinya. Tapi karena ulah dari ketiga tamu tak diundang ini, akhirnya saya jadi gagal-cedih :((

4. Sahabat saya yang bernama Amsky, (bisa dibaca di sini), akhirnya berkunjung ke rumah. Dia membawa banyak cerita usai mengikuti student exchange di negara Kangguru. Karena kepulangannya ternyata dipercepat, ia mengira jika tidak sempat memberikan ucapan. Maka ia menyiapkan gambar ini. 

aaaaak, Amskyyy :*

buku dan kartu ucapan UNYU! from Aussie

18 Oktober 2013

5. Seharian ini saya berseliweran di kampus mengurus berbagai macam keperluan. Mulai dari persuratan pelantikan salah satu organisasi, mid test Kalkulus Variasi, mempertanyakan masalah kehadiran di mata kuliah Optimasi karena bolos kuliah pengganti, dan rapat yang menguras banyak pikiran. Selama rapat, saya ditemani oleh Lhya dan Afifah yang kegirangan nongkrong di Sospol :)) Usai maghrib, kami meninggalkan kampus lalu bertemu Phye dan melampiaskan kepenatan. Saya tak menyangka, lagi-lagi saya dikejutkan dengan kedatangan sahabat-sahabat kelas XII jaman SMA yang hadir dengan membawa sekotak kue dan siluet ala-ala cindera mata PAS MANTAB :'3


Keong, teman sebangku selama dua tahun di SMA :*

Acik - Nunuu - Keong - Afifah - Phye - Lhya

Thankyouuu Acik Khatmi Ninda Keong *kecup*

19 Oktober 2013

6. Hari ini saya mengikuti acara pelantikan pengurus FLP di kampus sejak pagi. Saat acara selesai, saya menemui Riza dan Ainun untuk mengajak pulang bersama. Rupanya mereka berdua sudah ada janji katanya. Sebenarnya ini sangat aneh, mengingat Riza yang selama ini hanya mempunyai dua alasan jika ingin pulang cepat dari kampus, "mau nyuci atau ngajar" :D Ya sudah, saya memutuskan untuk pulang lebih awal. Sorenya, saya dibangunkan oleh Bapak, katanya "ada temanmu datang, LAGI". Oh, tidak. 

Auliah, Ainun, Riza, Nunuu, Nita, Ilha

Mereka berlima adalah sahabat-sahabat saya di kampus. Sebenarnya masih ada Ulfah dan Yulia, tapi entah, mungkin ada kesibukan lain. Oh ya, kue-enyak yang mereka bawa dibuat oleh si Riza MCI (Master Chef Indonesia)Dia sangat mahir dalam hal memasak, tapi ya gitudeh, anaknya agak lemot :v

cermin dan kartu ucapan yang zzz beudh -.-


Selamat Ulang Tahun, Nur Rahmah Makmur. Semoga keimanan, kebaikan, kesejahteraan, keselamatan, kesehatan, kesuksesan, kelengkapan harapan, serta kebahagiaan selalu menjagamu. Terima kasih untuk segala do'a, ucapan, serta berbagai bentuk pemberian yang kalian bubuhkan. Pada semesta raya aku pun meminta, kiranya kebahagiaan serta kesehatan juga dan selalu menyertai kalian. :')