26 Juni 2012

KITA

beberapa tahun silam
semesta pertemukan kita
memperlihatkan siapa diri kita sebenarnya
baik buruk telah kita santap bersama

tak ada jarak yang memisahkan kita
karena kita masih satu suasana
hingga perpisahan itu tiba
tapi tidak dengan hubungan kita

awalnya semuanya baik-baik saja
bahkan semakin indah bila kita berbagi cerita
tentang lingkungan baru kita

namun, jarak itu rupanya semakin melebar
sampai akhirnya komunikasi tidak terjaga
hubungan kita masih baik-baik saja
tapi tidak dengan keterikatan kita

bukan salah kalian jika saya terlupa
salahkan saja saya yang tak berdaya
saya yang sibuk dengan pribadi saya
saya yang sibuk dengan dunia saya

apakah kesempatan itu telah tiada
atau hanya omongan semata
kucoba menebus semuanya 
tapi tetap saja salah
saya masih saja terlupa

sahabat, apakah masa itu masih ada
masa dimana semuanya terbuka
masa dimana tak ada kubu dalam lingkaran kita
masa dimana semuanya baik-baik saja
masa dimana saya tidak terlupa ...


3 Juni 2012

The Last TOWR

     Minggu, 03 Juni 2012 merupakan hari terakhir kegiatan TOWR (Training Of Writing and Recruitment) yang diadakan oleh FLP Ranting Unhas dalam rangka merekrut anggota baru tahun ini. Kegiatannya dilaksanakan di PPLH Puntondo, Takalar. Seharusnya, kami berangkat sejak kemarin sore dan mengikuti kegiatan "Menulis Semalam Suntuk" disana, namun karena alasan perizinan dari kampus maka kami baru bisa berangkat pagi tadi.
     Setelah melalui perjalanan yang panjang, kami pun menerima materi mengenai Loyalitas Berlembaga yang dibawakan oleh kak Atun dan Sekolah Redaksi yang dibawakan oleh kak Nendeng. Saya cukup tertarik dengan materi terakhir karena saya baru paham bagaimana pengaruh media dalam masyarakat, redaksional dan rubrikasi dalam pembuatan berita, dan segala macam mengenai berita. Setelah itu, kami dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing terdiri dari sembilan orang. Berhubung kami bebas memilih teman kelompok, saya pun bergabung bersama teman-teman yang sudah lumayan akrab sejak mengikuti sekolah menulis.
     Kami diberi waktu satu jam untuk membuat media massa dengan menjadikan PPLH Puntondo sebagai objek berita. Tanpa membuang-buang waktu kami pun dengan cepat menentukan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Saya kebagian membuat rubrik opini dari pengunjung dan saya berhasil menemukan narasumber yang ramah di restoran. Setelah menuliskan berita masing-masing di kertas berwarna, kami pun bertemu dan menempelkan satu persatu rubrik-rubrik pada karton yang ceritanya bakal menjadi majalah dari kelompok kami. Dengan hiasan yang apa adanya dan amburadul, setidaknya majalah kami selesai pada waktu yang ditentukan. Agak malu juga sih ketika melihat hasil kerja kelompok laki-laki yang lebih rapi dan dipenuhi bunga kering di sekelilingnya.
     Pekerjaan tadi menjadi penutup dari seluruh kegiatan TOWR sebulan ini. Setelah itu kami diberi waktu untuk mengambil gambar sebagai kenang-kenangan dan saatnya untuk pulang. Terima kasih untuk kegiatan yang menyenangkan ini.

rempong deh, cyin :3

majalah "Lestari"
Anda untuk Alam, Alam untuk Anda :')

uhuuuuuy


Ikatlah ilmumu dengan tulisanmu ~

29 Mei 2012

Yeay, I'm Free

Final Metode Statistika yang berlangsung pukul 14.50 hari ini menjadi penutup dari segala aktivitas menyibukkan selama kuliah di semester dua. Tak terasa dua semester telah berlalu. Corat-coret seragam di depan gerbang sekolah rasanya baru kemarin berlangsung. Namun, beberapa bulan ke depan tampak segerombolan maba (mahasiswa baru) dengan atribut yang menandakan jurusan mereka masing-masing akan berjalan di area kampus dengan wajah polos dan penuh tanda tanya. Agak rindu juga dengan masa-masa itu. Masa-masa dimana kami sibuk memberi salam kepada siapa saja yang kami temui, masa-masa dimana pengumpulan adalah rutinitas wajib sepulang kuliah, dan masih banyak lagi. 

Berbeda dengan sekarang, kami sudah punya tanggung jawab lebih. Tak hanya masalah akademik yang mesti kami urusi, berbagai prosesi untuk adik-adik baru akan menjadi urusan kami pula. Tes masuk PTN saja belum dimulai, tapi kami sudah sibuk dengan kepanitiaan. Setidaknya, saat ini urusan perkuliahan sudah rampung. Tinggal menunggu hasil yang terbaik. Untuk urusan ingin tes PTN lagi atau tidak, ah tidak usah. Saya sudah cukup nyaman disini, meskipun beberapa mata kuliahnya cukup memuyengkan. Setahun ini sudah banyak pelajaran yang dapat dipetik untuk bisa lebih baik di semester berikutnya. 

Semoga liburan kali ini menyenangkan, terisi dengan kegiatan yang bermanfaat, sehingga jarum timbangan bisa turun dikit #teteeeup. Well, thanks God, I'm freee \\^^//


27 Mei 2012

Berkunjung ke Graha Pena

"Sekolah Menulis" yang merupakan kegiatan dari pelaksanaan TOWR (Training Of Writing Recruitment), berlangsung cukup lama hari ini. Selain diisi oleh dua orang pemateri, kita juga melakukan kunjungan redaksi ke Graha Pena Makassar guna berbagi ilmu dan pengalaman dari orang-orang yang telah berpartisipasi dalam pembuatan koran harian Fajar setiap harinya. 

Kegiatan ini cukup mengasyikkan karena kita bisa melihat langsung bagaimana redaktur-redaktur di berbagai rubrik pada koran tersebut bekerja dan mengedit berita. Saya cukup terpukau melihat mereka dengan cekatannya menulis dari satu berita ke berita lainnya. Kita juga sempat berdiskusi agak lama dengan kak Una, redaksi koran Fajar yang menangani rubrik Keker, Entertainment, dan Akademik. Kak Una menjelaskan bagaimana tips dan trik agar tulisan kita bisa dimuat di media (utamanya koran Fajar), bagaimana kode etik seorang penulis, dan masih banyak lagi pengalaman-pengalaman yang ia bagikan kepada kami. 

Selain berbincang-bincang bersama kak Una, kita juga diberi kesempatan untuk bertanya kepada redaktur-redaktur lain. Mereka cukup ramah dan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami lontarkan meskipun jari-jari mereka tidak berhenti untuk terus menuliskan berita-berita yang akan disuguhkan ke masyarakat. Setelah puas berbincang-bincang, kami pun diantar ke ruang belakang, yaitu ruang percetakan pusat koran harian Fajar. Katanya, percetakannya dimulai kira-kira pukul 21.00 dan selesai pukul 02.00 pagi. Hanya seorang operator mesin cetak yang sempat kami temui tadi. Dia juga sedikit memberi penjelasan kepada kami mengenai fungsi dari beberapa alat pada ruangan itu. Namun, karena jumlah kami yang cukup banyak sehingga saya kurang mendengar penjelasan kakak itu. 

bareng Jihan, Shiera, Ayu, dan Lita

ciyeeeh ciyeeeh

bagian editor


mas(lupa nanya siapa namanya) yang menangani rubrik metro

mas Dian, rubrik Olahraga

kak Nursyam, wartawan, juga anak FLP

bagian percetakan


26 Mei 2012

Sekolah Menulis FLP Pekan ke-2

Seperti yang teman-teman baca di postingan saya sebelumnya, DISINI, saya telah bergabung di Forum Lingkar Pena Ranting Unhas. Sebanyak tiga kali kami memperoleh pembinaan yang dinamakan "Sekolah Menulis" dalam rangka kegiatan TOWR (Training Of Writing Recruitment).

Pada pekan pertama, kami memperoleh materi "Motivasi Menulis" oleh Mas Gege, seorang penulis bergiat di Forum Lingkar Pena wilayah Sulsel, dan baru saja menuliskan sebuah novel berjudul "Lontara Rindu" dan dinobatkan menjadi Novel Terbaik Lomba Novel Republika 2012. Mas Gege menceritakan bagaimana perjuangannya dari tahun ke tahun ketika tulisannya selalu ditolak di berbagai media. Sampai akhirnya di tahun kesembilan ia menulis, cerpennya dimuat pertama kali di majalah ternama dimana cerpen itu berisi curhatan teman KKNnya. Inti dari semua penjelasannya, ada sebuah kalimat yang selalu terngiang ketika saya putus asa untuk menulis. "Tidak ada bakat, MINAT pun jadi". Jadi, dengan ketekunan dan keseriusan untuk terus menulis, Insya Allah semua yang kita upayakan pasti berbanding lurus dengan apa yang dihasilkan.

Selain Motivasi Menulis, juga ada materi "Dakwah dan Pena" yang dibawakan oleh kanda Uswatun Hasanah. Intinya, bagaimana cara kita membuat tulisan dimana tulisan itu membawa kebaikan bagi yang membacanya. Saya juga baru tahu, ternyata penulis adalah satu-satunya profesi yang menjadi nama surah di dalam Al Qur'an. Selain itu, pena juga menjadi satu-satunya benda yang menjadi nama surah di dalam Al Qur'an. Gejolak untuk terus menulis rasanya terus terbakar ketika berada dalam ruangan itu dan mendengar materi dari semua pemateri.

Pada pekan ini, kami kedatangan pemateri yang sangat spesial dari Surabaya. Namanya Sinta Yudisia. Sudah cukup banyak novel yang ia tulis. Bagi teman-teman yang sudah sering mengonsumsi novel-novel, mungkin sudah tidak asing lagi saat mendengar namanya. Ya, dialah penulis novel the Road to the Empire, Existere, Lafaz Cinta, Reinkarnasi, Sebuah Janji, Pink, The Lost Prince, dan masih banyak lagi. Sepertinya saya belum pernah membaca satupun dari semua karya-karya mbak Sinta ini. Selain penulis novel, dia juga sebagai ketua FLP di wilayah Jawa Timur. Riwayat pendidikannya juga membanggakan. Dia lulusan STAN Jakarta dan Psikologi UNTAG. I'm so proud to her ...

Sama seperti mas Gege, mbak Sinta juga memberikan materi "Motivasi Menulis". Bedanya, mbak Sinta lebih menceritakan kisah penulis-penulis yang jika ingin dibandingkan fisiknya ataupun dasar pengetahuannya dengan kita, kita masih lebih beruntung dari mereka. Jadi, jangan hanya kita melihat hasil karya yang meledak dari seorang penulis. Tapi, kita harus tahu dibalik itu semua terdapat perjuangan dan berbagai kegagalan yang pernah mereka hadapi.

Ketika sesi pemotretan bersama mbak Sinta, kebetulan saya memperoleh tempat yang strategis, yaitu tepat di sebelah kanan mbak Sinta. Senangnya bisa melihatnya secara dekat, bahkan bersalaman dengannya. Beruntunglah salah satu teman seperjuangan saya di FLP, Jihan, bersedia mengambil gambar saya berdua bersama mbak Sinta. Rasanya senang sekali. Semoga bisa terkena percikan ide-ide tulisan yang hebat darinya ...

novel Lontara Rindu karya mas Gege


saat mbak Sinta menghadiri bedah buku the Road to the Empire & Reinkarnasi 

 Sinta Yudisia & Existere

bersama mbak Sinta Yudisia ... ♥