11 Maret 2013

Mathematics Event XIII

Mathematics Event merupakan lomba Matematika terbesar di Indonesia Timur yang setiap tahun dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Universitas Hasanuddin. Pada tahun 2007 dan 2008, ketika saya masih mengenakan seragam SMP, saya berpartisipasi dalam lomba ini. Dua tahun berturut-turut saya gagal pada babak semifinal. Memang benar, Matematika bukan hanya sekedar pandai berhitung seperti yang kita pelajari pada bangku sekolah. Namun, Matematika lebih mengarah pada teorema-teorema yang pembuktiannya mengandalkan logika. Pak Haris, guru Matematika yang juga membimbing murid-murid kelas Olimpiade Matematika pada waktu itu, tidak perlu berkecil hati karena melihat saya gugur bersama teman yang lain. Kak Hijrah berhasil membawa piala Juara I dan piala bergilir untuk sekolah kami, SMP Negeri 8 Makassar. 

Mathematics Event tahun 2008. di sekitar Baruga Pettarani. bersama Zhafirah dan Dewi.

Dari seluruh tahapan pada lomba ini, saya sangaaat terkesan dan takjub pada babak penyisihan. Ketika murid SD, SMP, dan SMA berkumpul di Baruga Pettarani Unhas. Setelah itu, soal dibagikan. Aba-aba dimulai, dan secara bersamaan terdengar suara kertas soal dibalik lalu hening. Semuanya konsentrasi mengerjakan soal dalam waktu 45 menit. Ah... tiba-tiba jadi rindu.

 


Setelah menjadi mahasiswa dan bergabung di Himatika, saya baru tahu kalau Mathematics Event ini adalah Mathematics Event yang pernah saya ikuti. Pada tahun pertama, saya dan teman seangkatan hanya menjadi panitia bayangan. Tugas saya pun tidak begitu sulit. Cukup mengawasi peserta saat mengerjakan soal, memeriksa jawaban peserta, dan menemani peserta di ruang karantina. 


peserta ter-imut tahun lalu

Waktu terus berjalan. Mathematics Event kembali terselenggarakan. Beberapa peserta yang dulunya gagal, kembali hadir dan berkompetisi. Ada juga yang dulunya gagal, sekarang malah menjadi panitia. Mungkin saja, saya adalah bagian dari orang-orang yang mengatakan Matematika itu sulit dan rumit. Namun, saya tidak bisa memungkiri kalau Matematika sangat menggemaskan dan membuat ketagihan. 

Ainun - Nunuu

PJ operator _-_

pemenang Mathematics Event XIII

Semangat. Sampai bertemu di Mathematics Event XIV. Lalalaaa Yeyeyeeee...

3 Maret 2013

Kado untuk Maghfir


02 Maret 2013

abis pake bedak pigeon -..-


Selamat ulang tahun, sobat. Semoga, tulisan-tulisan di buku itu dapat mengingatkan kembali beberapa kejadian penting yang mungkin suatu saat akan terlupa olehmu. Iya, karena sekali lagi aku katakan, ingatanmu amat pendek. Happy reading and see you at the top ;) 

23 Februari 2013

Luapan Dini Hari

kehadiranmu seakan memutar kembali ingatanku, perihal teman lamaku 
seseorang yang selalu kosong 
selalu bersuara, namun tak ada yang mendengar
mengangkat dagu dalam setiap langkahnya, namun tak ada yang melihat
berceloteh seenaknya
terbahak dalam situasi yang salah
mencari perhatian dari sudut mana saja
hanya bisa berpangku tangan
memuakkan
kalian menyatu di bawah atap yang sama
atap ketegaran seorang kawan lainnya
bahkan untuk menuliskan kalimat tadi
tawanya berserakan

17 Februari 2013

Adly Fayruz Nikah, lalu?

mention ter-cetarr pekan ini :'(

haruskah ada tangisan yang terdengar? haruskah ada senyum yang memudar? tidak. ada masanya, kamu akan menjadi tegar. ada masanya, senyummu akan melebar..
mungkin simi benar :')

16 Februari 2013

Maaf, Jika Saya ...

"maaf, jika saya salah. maaf, jika saya berubah ..."

Tiga hari ini, saya benar-benar terombang-ambing pada sebuah permasalahan yang hanya bisa saya ratapi dengan helaan napas. Sulit untuk diungkapkan, pun sulit untuk dimusnahkan. Saya akui, semenjak saat itu saya banyak terdiam. Saya memilih untuk menghempaskan keluh kesah pada sebuah catatan kecil yang sudah mulai usang. Saya berteman baik dengan kesedihan dan kegundahan. Dan saya mencoba melupakan ..

Argh. Apakah dunia peduli ketika kekecewaan bertubi-tubi menimpa saya? Apakah kalian hadir ketika saya ingin menumpahkan segala perasaan yang akhirnya bermuara pada kehampaan? Oh, mungkin saja saya yang mencoba memendam semuanya. Mungkin saja diri ini yang mencoba membangun tembok pemisah. Akhirnya, meluapkan dengan bahasa yang tidak jelas lah salah satu penangkalnya. Itu mampu membuat saya bertahan akan pelampiasan hati yang ingin terpuaskan. Hei, mungkin postingan ini salah satunya :p

Maafkan saya. Maaf, jika sikap ini salah. Saya hanya merasa tertinggal. Jauh. Sangat jauh. Saya tidak akan mengingkari jika akhir-akhir ini saya telah mengesampingkan kebisingan dan ruang lingkup yang luas. Saya sibuk menjelajahi ruang pikir saya sendiri, dan terlihat sangat menjengkelkan, bukan? Hahahahahahaha ._.

Sama seperti rona kehidupan yang selalu tidak tetap, saya pun demikian. Terima kasih atas semua sarannya, terima kasih atas pengertiannya. Titik dua bintang untuk kalian, kawan terhebat :*