1 Oktober 2014

September Ceria

"...September ceria.. September ceria..
milik kita bersama.."

September ceria itu cuma milik Vina Panduwinata, pikirku selama ini. Karena petikan lagu tersebut, orang-orang akan menambahkan kata "ceria" setiap kali mendengar kata "September". Sama seperti orang kebanyakan, kakak ketiga saya juga melakukan hal serupa. Setiap kali bulan ini tiba, dia menulis status "September Ceria" di jejaring sosialnya dan kembali mengenang momen pernikahannya yang akhirnya menghadirkan atmosfer keceriaan. 

Tapi selama ini, September bagi saya tidak lebih dari bulan yang hanya mengingatkan saya dengan Oktober, bulan kelahiran saya. Karenanya, saya jarang mereka-reka bagaimana dan berapa banyak keceriaan yang akan saya peroleh di bulan tersebut. 

Entah bagaimana, September kali ini berbeda. Secara tiba-tiba, perasaan-yang-entah-apa-namanya ini menyusup tak karuan. Tak mau tahu siang ataupun malam, saya menghabiskan waktu dengan mengecek sekaligus menunggu pesan dari... mu(?) hahaha. Dan pada akhirnya, entah siapa yang memulai pertama; entah saya, entah kamu, perasaan ini bertemu juga di akhir kisah. 

Ya, di pekan ketiga September, rasa yang kupikir berbatas itu akhirnya berbalas. Terima kasih padamu yang telah membuat September ini benar-benar ceria. 

2 komentar:

Hidayatullah Wirasandha mengatakan... Balas

As usual, we still don't know this post is for

Adityar mengatakan... Balas

Kayaknya saya tau postingan ini buat siapa...